Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Usai Pengukuhan Pengurus, Begini Arahan Ketum MUI

Jakarta, Dakwah NU
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH. Miftachul Akhyar berpesan agar kader-kader terbaik yang dikirimkan ormas-ormas Islam untuk menjadi pengurus MUI bisa menjadi uswah hasanah, teladan kebaikan. Menurutnya, melalui contoh yang baik itulah umat akan percaya dan lebih mudah menerima sebuah ajakan kebaikan (dakwah Islam).

“Dakwah atau mauidoh hasanah saja tidak cukup, tetap harus juga dengan uswah hasanah, dengan upaya yang nyata di tengah masyarakat. Mudah-mudahan kader-kader terbaik yang diutus ke MUI bisa beperan nyata kepada MUI dan umat,” ungkapnya saat memberikan sambutan dalam Pengukuhan Pengurus MUI Pusat, Kamis (24/12) di Hotel Sultan, Jakarta.

Pengukuhan dan Ta’aruf Dewan Pimpinan MUI Dihadiri Kemenag RI

Dikutip dari mui.or.id, pengurus MUI pusat memang berasal dari kader-kader terbaik ormas Islam yang ada di Indonesia. Sebagai naungan besar umat, MUI menampung kader-kader terbaik ormas Islam di Indonesia untuk menjadi pengurusnya. Dengan begitu, maka suara MUI menjadi cerminan suara ormas Islam di seluruh Indonesia.

“Karena amanat yang besar ini, amanat karena kita tentu semua yang hadir, semua yang tersusun namanya, yang sudah dibacakan maupun belum dibacakan, adalah kader-kader terbaik dari berbagai Ormas Islam yang ada di MUI,” kata Kiai Miftach yang juga Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Kiai Miftach mengatakan, tugas kader-kader terbaik tersebut adalah melakukan kajian Islam secara mendalam dan menyeluruh sehingga menemukan hakikat Islam sehingga membawa kemaslahatan untuk umat. Sekalipun akhirnya mungkin hanya bisa mencapai separuh atau seperempat dari hakikat Islam yang sesungguhnya. Selain itu, Kiai Miftach berpesan, kader-kader terbaik itu juga sepatutnya menjadi sumber mata air jernih.

“Mata air ini diharapkan nantinya akan memberikan minuman kesegaran. Ia memberikan kesegaran maupun kesuburan kepada siapapun yang melewatinya. Bukan hanya untuk bangsa Indonesia yang majemuk ini, yang perlu mendapatkan minuman kesegaran, tetapi kepada siapapun yang melewati bisa meminum kesegarannya,” umpamanya dengan cerdas.

Dengan begitu, maka bangsa Indonesia bisa melahirkan warga negara yang sholeh (baik). Menurut penjelasan Kiai Miftach, warga negara yang soleh adalah warga negara yang membuat kondisi negara aman, tenang, sehingga semua urusan bisa berjalan lancar dan misi berbangsa, bernegara, dan beragama bisa sukses.

“Oleh karena itu, saat ini kita membutuhkan sebuah pemahaman yang sama. Jangan sampai terjadi sesuai ayat tahsabuhum jami’an wa quluubuhum syatta. Terlihat bersatu namun aslinya terpecah belah. Mudah-mudahan kader-kader terbaik yang diutus ke MUI bisa berperan nyata kepada umat,” papar Kiai Miftach. (fqh)

Kontributor : Azhar/Din
Editor : Faqih Ulwan

Spread the love

Comment here