Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Ketum JIHNU: Tidak Abal-Abal, Amaliyah NU Ada Sanadnya

Bogor, Dakwah NU
Ketua Umum Jam’iyah Dzikir dan Taklim Ismul Haq Nahdlatul Ulama (JIHNU) Pusat, K.H. M. Bahrul Ulum (Gus Bahrul), melaporkan program kegiatan JIHNU sebagai sayap Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) dalam kegiatan Rapat Kerja dan Evaluasi LD PBNU, pada tanggal 16-17 Januari 2021.

Gus Bahrul menyampaikan bahwa saat ini perkembangan JIHNU sudah mencakup seluruh Nusantara, bahkan hingga luar negeri. “Sambil berjalan alhamdulilah sampai Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand, dan India. Di dalamnya hampir mirip dengan JRA, JRA itu Al Qur’an kalau Jihnu itu dzikir, jadi pas,” ujar Gus Bahrul menjelaskan.

JIHNU dan JRA merupakan dua jam’iyah yang saling berkaitan dalam LD PBNU. JIHNU yang notabennya merupakan jam’iyah dzikir, sholawat, istighosah dan doa dapat menjadi media dalam JRA. Karena salah satu huruf hijaiyah sudah bisa disebut ruqyah huruf hijaiyah dan nantinya akan dikupas satu persatu huruf Hijaiyah.

“Jika meruqyah cukup mengucapkan salah satu huruf hijaiyah saja sudah bisa, dan tentunya harus melalui Ijazah yang muktabar dan harus diterangkan satu persatu dalam kebermanfaatan dalam per huruf,” jelas Gus Bahrul.

Ruqyah harus dilakukan melalui ijazah yang muktabar (terhormat), kenapa demikian? Karena berkaitan dengan menghidupkan amaliyah Kiai NU. Dalam melakukan ruqyah, bukan hanya mengucapkan huruf hijaiyah untuk mendapat kebermanfaatan, namun juga memberi peluang bagi peruqyah dan jamaah untuk dapat membaca Al-qur’an dari segi mahraj dan tajwidnya dengan baik. “Maka memberi kesempatan bagi pembaca yang bacaannya kurang, harus memakai dua metede tadi,” tutur Gus Bahrul dalam sambutannya.

Beliau menegaskan bahwa ijazah dan beberapa dzikir dari JIHNU berasal dari referensi kitab klasik dan kiai-kiai pesantren Indonesia yang sanadnya bisa dipertanggungjawabkan, seperti Langitan, Sarang dan Lirboyo. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk menanggulangi promosi amalan ngawur tanpa sanad yang banyak tersebar di media sosial sekarang ini.

Amalan dzikir dan istighosah JIHNU akan dibukukan dan sudah mendapatkan izin, tanda tangan pihak ndalem, serta keluarga pondok pesantren, yang selanjutnya akan diijazahkan ke wilayah-wilayah, “Ini lho amaliyah NU yang ada sanadnya, amalan dzikir yang ada sanadnya yang tidak abal-abal,” beliau menegaskan.

JIHNU merupakan jam’iyah pengamal dzikir ismul haq yang sudah berdiri sejak tahun 1992 di PCNU Mojokerto di bawah naungan PC LDNU Kabupaten Mojokerto. Kemudian, pada tahun 2001 mendapat SK dari LD PBNU dibawah naungan LD PBNU. Di tahun 2020 ini, JIHNU kembali mendapatkan kepercayaan dari PBNU serta mendapat SK dari LD PBNU. (fqh)

Kontributor: Fadhilla Berliannisa
Editor: Faqih Ulwan

Spread the love

Comment here