Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Tertarik dengan Akhlak Muslimah, Perempuan ini Masuk Islam Dituntun Kiai Misbah

Jakarta, Dakwah NU
Ketua Mualaf Center Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) K.H. Misbahul Munir Kholil menuntun Cessy Maria Latujba, seorang perempuan usia 25 tahun memeluk agama Islam, Kamis (4/3/21) di Gedung PBNU lantai 6, Jakarta Pusat.

Prosesi pembacaan syahadat Cessy dipimpin oleh Kiai Misbah sekaligus dengan pembacaan Alfatihah dan doa. Prosesi pembacaan syahadat disaksikan oleh dua orang yaitu Nurrochman Maksudi dan Yusep Ahmad. 

Cessy, perempuan asal Manado itu menuturkan, salah satu alasannya memilih agama Islam sebagai pedoman hidup karena merasa bahagia saat melihat akhlak wanita muslimah. Ia juga mengaku sudah mengenal Islam sejak kecil. Sebab, kakak sambung dan ayahnya adalah seorang muslim.

“Kayaknya kalau melihat orang atau wanita berhijab itu kayaknya seneng gitu, sopan santun gitu. Pernah juga beli dan pakai pashmina (jilbab) itu adem, beda aja ngerasanya. Beda rasanya kalau nggak pake gitu,” ujarnya.

Ia menyebut sebelumnya pernah merasa kecewa hingga di titik terendah dan sudah sejak tahun 2017 merasakan kebimbangan setiap kali masuk ke gereja. Bukan bermaksud menjelekkan agamanya dahulu, tapi Cessy mengaku risih dengan beberapa budaya yang ada dalam ibadahnya.

“Makin ke sini kok, bukan Aku mau menjelekkan agama sendiri, cuma setiap kalau masuk gereja kok risih. Kok orang ibadah kayak bukan mau ibadah sama Tuhan, lebih ke fashion show malah. Pakaiannya ketat, kurang pantes lah untuk ibadah. Terus apalagi di Manado terkenal ibadah fashionnya itu agak terbuka banget. Nah itu aku ngelihatnya risih, cara berpakaiannya,” katanya.

Menanggapi pernyataan Cessy, Kiai Misbah menuturkan bahwa menjadi muslim itu merupakan hidayah/hadiah, pemberian dari Allah Swt, karena masuk Islam dengan kemauan sendiri. “Karena itu bersyukur kepada Allah Swt dan ini merupakan nikmat yang paling besar yang Allah berikan kepada mbak,” ujar Kiai Misbah dengan ramah.

“Islam ini merupakan hidayah bukan paksaan artinya Allah Swt tidak butuh keislaman kita, sebab yang membutuhkan adalah kita. Apabila kita menerima Islam dengan senang tanpa paksaan, itu merupakan karunia dari Allah Swt,” lanjut Kiai Misbah.

Selanjutnya Kiai Misbah berpesan kepada Cessy untuk tidak main main setelah masuk Islam, “Kalau mbak sudah masuk Islam, mbak sudah mualaf, dan setelah syahadat mbak sudah memiliki kewajiban sholat, zakat, puasa, dan haji jika mampu serta dibarengi dengan akhlak akhlak orang Islam,” terang Kiai yang juga pengasuh Yayasan Al Misbah Jakarta ini.

Kiai Misbah berpesan kepada Cessy untuk terus berkomunikasi dengan Kiai Misbah, setiap pertanyaan dan permasalahan akan langsung dijawab dan dibimbing oleh Kiai Misbah. Kiai misbah berjanji akan memberikan buku panduan beserta arahan langsung. Kiai Misbah berpesan ketika menjadi seorang muslim jadilah muslim yang mandiri dan tangguh, harus penuh dengan semangat.(fqh)

Spread the love

Comment here