Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

HikmahNasional

Teladani Wali Songo, Habib Jindan : Perhatikan Sanad Keilmuan Hingga Rasulullah Saw

Jakarta, Dakwah NU
Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan mengajak kaum muslimin untuk memahami arti kebaikan dan lebih memperhatikan kejelasan sanad hingga ke Nabi Muhammad Saw. Hikmah ini disampaikannya dalam acara Refleksi Dakwah 2020 yang diselenggarakan Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) di Gedung PBNU lt 8, Rabu (26/12/20).

Allah  berfrman dalam Q.S. Yusuf:108, Katakanlah wahai Nabi Muhammad: Ini jalanku. Nabi Muhammad Saw diperintah untuk mengajak manusia di jalan Allah, bukan yang lain.

Baca juga : Habib Jindan Teladani Akhlak Nabi, Ingatkan Dakwah Ramah Tanpa Caci Maki

Mengenai kebaikan, Habib menjelaskan, “Kita alhamdulillah diberikan akal, diberikan ilmu, diberikan hati, diberikan guru, guru terbaik adalah Rasulullah Saw, petunjuk paling agung adalah Alquran,  yang mengajarkan kita, apa itu kebaikan, bahkan yang non-musim pun tahu bahwasanya ada hal-hal tertentu yang baik,” paparnya.

“Ketika fitnah merasuki, meracuni, dan mengkontaminasi pikiran seseorang kadang dibutakan hingga tidak bisa membedakan mana berlian mana kotoran kambing, tidak bisa membedakan air yang jernih dan air yang kotor,” sambungnya mengingatkan.

Rasulullah Saw. mengajak umat manusia untuk mengikuti apa yang dilakukan oleh beliau, bukan hanya dalam tata cara solat, namun segala hal, seperti ibadah, adat, pola pikir, metode, dan cara mengikuti Rasulullah. Jalannya Nabi Muhammad Saw diikuti oleh orang-orang yang mengikutinya.

Walaupun ucapan dan perbuatan seseorang terlihat bagus menurut akal, punya niat yang baik pula, jika tidak sesuai dengan apa yang dicontohkan Rasulullah, tetap tidak diterima oleh Allah Swt dalam syariat Islam.

Shollu kama roaitumuni usholli, solatlah kalian sebagaimana melihatkku (Muhammad) solat, dakwah sebagaimana kalian melihatku dakwah, ceramah sebagaimana kalian melihat Aku ceramah, hingga perkara tegas pada kekafiran. Para sahabat, tabiin, dan ahlil bait, ulama, hingga Wali Songo juga telah meniru apa yang dilakukan Nabi Muhammad. Jalur inilah yang dianamakan sanad, yang bersambung sampai ke Rasuullah  Saw.

“Tidaklah agama dan dakwah yang bersanad dengan metode Rasulullah Saw masuk dalam suatu negeri manapun yang ada konflik, melainkan menjadi solusi bagi negeri tersebut.” tutur Habib kelahiran Sukabumi itu.

Beliau mengatakan bahwa ajaran agama yang dibawa oleh Wali Songo adalah ajaran kebaikan yang disebarkan secara damai, tanpa senjata dan kekerasan. Saking tertariknya, bahkan orang non-muslim sampai mengambil pendapat dan masukan merujuk pada metode dakwah Wali Songo meski beda agama. Sebab instrumen Wali Songo dalam berdakwah adalah akhlak, ilmu, istiqomah, tawadhu, amanat, kejujuran, kesantunan dalam berucap, dan kesantunan dalam bersikap.

“Tidak ada yang orang yang lebih tegas melebihi Wali Songo, tidak ada orang yang paling berpegang teguh pada ajaran Islam melebihi Wali Songo, tidak ada orang yang ahli dakwah melebihi mereka, tidaka ada yang dakwah dengan amar ma’ruf melebihi mereka, dan tidak ada yang berjihad layaknya mereka” ujarnya mengingat dakwah Wali Songo.

Sudah seharusnya para pendakwah mencontoh kesuksesan Wali Songo dalam menyebarkan agama Islam di Nusantara. Keberhasilan mereka adalah berasal dari metode yang digunakan Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah. Para Wali Songo telah menunjukkan bahwa dakwah dengan penuh kedamaian menjadi kunci suksesnya mereka menjadikan Indonesia negara dengan mayoritas beragama Islam saat ini.

“Hingga dengan berkat mereka sukses dakwah Islam di bumi Indonesia ini, kesuksesan yang tidak ada di negeri mana pun juga. Di negeri mana pun juga,” tegasnya.

Perintah untuk menjaga sanad telah ditegaskan Rasulullah Saw dalam hadits. Bahwasanya ilmu adalah agama. Cermati dari mana kita mengambil sumber agama kita. Kalau bukan karena keberadaan sanad, orang akan berucap dan bersikap semaunya. Begitu pula dalam pemahaman Al-Quran tanpa didasari ilmu yang cukup, maka neraka telah siap menerima orang tersebut.

Tersambungnya sanad hingga ke Rasulullah dapat mendatangkan keberkahan tersendiri.Ulama dan Kiai-kiai Nahdlatul Ulama, mereka adalah orang yang memiliki sanad.

“Bahkan dahulu pun para ulama dari Timur Tengah datang ke bumi Indonesia ini untuk mengambil sanad, untuk berguru kepada ulama yang ada di sini. Termasuk Al-Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, salah seorang guru beliau adalah Syaikhona Kholil Bangkalan Madura,” tuturnya menceritakan. (fqh)

Kontributor : Alvinna Maghfiroh
Editor : Faqih Ulwan

Spread the love

Comment here