Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Hikmah

Syekh Ali Jaber: Saya Pasrah, Semua ini Takdir dari Allah

Jakarta, Dakwah NU
Belakangan ini jagad media sosial Indonesia ramai dengan video penusukan mubaligh kondang Syekh Ali Jaber. Beliau, ditusuk ketika menyampaikan mauidhoh hasanan dalam suatu pengajian di kota Lampung. Penusuknya merupakan pemuda berinisisal AA. Pelaku berhasil melukai  lengan Syekh Ali Jaber dan kini sudah ditangani oleh kepolisian settempat.

Namun, ada pelajaran yang sangat berarti disini. Syekh Ali Jaber tidak marah, dendam dan mengutuk sang pelaku penusukan. Syekh Ali Jaber dengan keikhlasannya memaafkan pemuda tersebut dan menyerahkan kasusnya ke kepolisian.

Dalam video yang diunggah pada channel Deddy Corbuzier pada Rabu (16/09) kita bisa menyimak bagaimana ketenangan Syekh Ali Jaber dalam menerima musibah. Beliau malah menyuruh agar pemuda yang menusuknya segera diamankan dari amukan massa agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Dalam pantauan terakhir, video ini memuncaki trending youtube dengan 7,5 jt viewers dalam waktu satu hari

“Saya ndak emosi, itu semua ndak saya fikirkan, setelah saya sudah mengamankan pemuda ini dan tidak akan dijadikan apa apa lagi. Habis itu sudah saya tidak memikirkan hal itu,” tandasnya.

Beliau menunjukkan kebijaksanaannya sebagai seorang ulama dan mubaligh. Syekh Ali Jaber sangat hati hati dalam bersikap. Tidak emosi apalagi menyuruh jamaah menghakimi pelaku. Beliau tahu bagaimana mengamalkan ilmunya dan mengamalkan akhlaknya.

Syekh Ali Jaber mempercayai satu hal, yakni takdir. Jadi, semua peristiwa yang menimpa kita yang baik maupun buruk itu semua sudah ditentukan oleh Allah.

“Saya hanya mempercayai suatu persitiwa tidak terjadi karena kebetulan, semua ditentukan oleh Allah. Jadi apa yang kita buat dampaknya bisa merubah takdir,” ungkapnya

“Marah emosi ndak berubah, kalau takdir ini bisa dirubah saya mau duluan marah. Tapi buat apa? justru menimbulkan dampak yang lebih besar,” imbuhnya

Ada pesan beliau yang juga sangat dalam yaitu pengucapan lafadz Alhamdulillah Ketika tertimpa musibah. Ketika orang terkena musibah tidak mudah mengucapkan Alhamdulillah. Pasti lebih banyak mengeluh dan gerutunya.

Artinya kita perlu adanya rasa syukur dalam setiap perstiwa yang mana semua peristiwa sudah merupakan bagian dari takdir Allah Swt. Kita dituntut sabar dan tenang dalam menghadapi musibah.

“Berarti kata Alhamdulillah tanda kita masih mau memuji Allah meskipun dalam keadaan yang sulit. Ketika saya sudah berucap Alhamdulillah saya meyakini datangnya ketenangan yang luar biasa” ucapnya.

Gus Miftah yang menemani podcast Syekh Ali Jaber dengan Dedy Corbuzier menambahkan “kita perlu belajar bro, belajar mengembalikan emosi,” ucapnya dengan gaya beliau yang khas dan nyentrik.

Syekh Ali Jaber juga berpesan agar tidak mengaitkan isu ini dengan kasus apapun. Kejadian ini merupakan takdir Allah. Agar tidak menimbulkan stigma negative yang berbuntut panjang.

“Jangan kaitkan peristiwa ini dengan kasus apapun (seperti politik/terorisme) atau isu apapun. Biar ini menjadi urusan apparat kepolisian,” tandasnya.

Pesan beliau merupakan pesan yang begitu berarti. Apalagi dengan maraknya pengkaitan isu dengan kasus kasus lain di Indonesia, seperti kebangkitan PKI dan sejenisnya.

“Kalau saya mengucapkan itu malah akan menambah keributan dan memperkeruh keadaan. Saya tidak mau suudzon penyerang saya siapa siapa. Biar menjadi urusan kepolisian saja,” paparnya.

Kita banyak mendapat hikmah dalam peristiwa ini. Banyak sekali pelajaran yang dapat dipetik dan kita resapi. Pertama, bersyukur atas musibah. Jika kita bersyukur atas musibah yang menimpa kita, maka kita tidak akan suudzon kepada siapapun dan akan menenangkan hati kita.

Kedua, sabar. Sabar atas cobaan yang menimpa dan tidak terbawa emosi dalam suasana yang tegang. Justru dengan emosi malah akan memperkeruh suasanya

Ketiga, jangan termakan isu. Sebagai warga NU kita jangan mudaj termakan sebuah narasi negatif dengan pencatutan sebuah peristiwa dengan isu/kasus lain. Kita harus selektif dalam memfilter sebuah khabar.

Semoga kita dapat meneladani Syekh Ali Jaber dengan mencontoh ahklak dan perangainya yang baik, lemah lembut dan santun.

Oleh:
Muhammad Sabilul Aslam
Santri Denanyar Jombang
Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Spread the love

Comment here

Dakwah Nusantara

Dakwah Ramah, Dakwahnya Ahlusunnah wal Jama'ah an-Nahdliyyah