Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Soal Komite Khittah NU, Kiai Misbah : Organisasi yang Legal dan Sah Hanya PBNU

Organisasi yang legal dan sah hanya pengurus PBNU

Jakarta, Dakwah NU
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merespons munculnya organisasi Pengurus Besar Komite Khittah NU (PB KKNU) 1926. Organisasi ini muncul di bawah kepemimpinan Rochmat Wahab dan bermarkas di Jalan Delta Raya Utara, Waru, Sidoarjo.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Misbahul Munir Kholil mengatakan, orang-orang yang aktif di organisasi tersebut tidak sah mengatasnamakan pengurus NU.

“Organisasi yang legal dan sah hanya pengurus PBNU yang di Kramat Raya. Hasil muktamar 33 Jombang. Mereka yang menamakan dirinya KKNU tidak sah mengatasnamakan pengurus NU karena tidak memenuhi AD/ART,” ujar Kiai Misbah dikutip Republika, Jum’at (27/11).

“Apalagi pengurus yang dicatut oleh KKNU banyak yang menolak namanya dicatut,” imbuhnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, KHR Ach Azaim Ibrahimy memang membuat klarifikasi bahwa dirinya tidak termasuk dalam jajaran kelembagaan Pengurus Besar Komite Khittah NU 1926.

Cucu Kiai As’ad tersebut tetap memegang teguh amanah dari almarhum KH Shalahuddin Wahid (Gus Sholah) untuk melakukan gerakan khittah secara kultural, bukan diformalkan sebagai gerakan kelembagaan (organisasi) seperti PB KKNU 1926.

Tidak hanya KHR Azzaim yang membuat klarifikasi, nama nama besar seperti KH. Mahfudz Syaubari Pengasuh Pondok Pesantren Riyadul Jannah Pacet Mojokerto, H Imam Suprayogo Ketua Dewan Penasehat STIES RIyadlul Jannah Mojokerto meminta KKNU untuk menghapus namanya serta tidak dilibatkan dalam kegiatan kegiatan KKNU 1926 itu.

Sama halnya dengan Habib Abubakar Assegaf memberikan respons soal pencatutan namanya melalui akun twitter resmi yang ia miliki @abubakarsegaf “Alhamdulillah saya sampai saat ini sy berusaha terus menjaga hub baik dengan NU atau KLN-NU. Tapi sy tdk pernah masuk dlm kepengurusan KKNU. Dan sy baru mengetahui ada nama saya melalui wa dr bbrp org yg tanya & tweet ini. Demikian penjelasan saya,” tulisnya.

Kembali Kiai Misbah mengingatkan untuk seluruh masyarakat khususnya Warga NU untuk tidak memainkan NU. “Ini merupakan permulaan yang tidak baik dan tentu akan melahirkan perjalanan dan akhir yang tidak baik. Ingat pesan Kiai As’ad Syamsul Arifin. Siapa yang main main dengan NU akan hancur sendiri,” ucap Kiai Misbah.

Lebih lanjut, beliau pun mengingatkan kepada orang-orang yang berada di kepengurusan KKNU 1926 untuk tidak mentradisikan perpecahan. Karena, menurutnya, hal serupa dulu juga sudah pernah ada pada zaman orde baru dengan membuat NU tandingan yang diketuai oleh Abu Hasan cs.

“Nyatanya juga menjadi abu beneran. Fenomena NU tandingan baik bernama NU GL atau KKNU tidak bisa dibenarkan,” kata Kiai Misbah yang juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Ilmu Qur’an Al-Misbah Jakarta.

Pakar ajaran Aswaja ini menambahkan, sebagai benteng ajaran Islam Aswaja di Indonesia bahkan di dunia, NU dijaga oleh Allah Swt. Menurutnya, kemurnian ajaran Alquran dan Rasulullah akan selalu dikawal oleh mayoritas umat Islam dan Nabi menjamin bahwa umatnya tidak akan tersesat secara kolektif .

“Umat terbaik dalam hal penjagaan ini adalah NU dan pengurusnya. Hendaknya di internal pengurus NU yang sudah ada lebih solid dan ikhlas mengabdi di NU. Dan suksesi di kalangan NU hendaknya terus dijaga lewat mekanisme Muktamar yang tertunda oleh sebab pandemi,” jelas Kiai Misbah mengakhiri. (ahn)

Spread the love

Comment here