Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Daerah

Sinergi NU Papua Mampu Atasi Bencana Banjir di Kabupaten Keerom

Papua, Dakwah NU
Jami’iyah dan jama’ah NU Papua menyalurkan bantuan kepada masyarakat Keerom yang terdampak banjir. Aksi sosial ini dinahkodai oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua, K.H. Toni Wanggai yang memimpin jajarannya untuk membantu para korban banjir di kabupaten Keerom.

Atas instruksi beliau, melalui diskusi dan kerja maraton yang dipimpin oleh Gus Adib Fuad sebagai koordinator lapangan, PWNU Papua beserta Badan Otonom NU, Lembaga/Lajnah NU yakni PCNU Kabupaten dan Kota Jayapura, Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Papua, LP Ma’arif NU Papua, LTN NU Papua, LPBI NU Papua, Majelis Dzikir Kimyatussa’adah Papua, Satkorwil Banser Papua dan jejaring nahdliyin kultural serta Ibu Fauzun Nihayah (anggota DRPR Papua) dan Bapak Sulaeman L. Hamzah (anggota DPR RI), bersinergi menghimpun dana selama dua hari hingga terkumpul Rp 71.500.000,- (Tujuh puluh satu juta lima ratus ribu rupiah) pada pukul 21.45 WIT. Kemudian, dana tersebut dibelanjakan bahan makanan seperti beras, minyak goreng, telur, mie instan dan lain-lain yang dikemas dalam 400 paket sembako.

Pada Ahad, 14 Februari 2021, rombongan PWNU Papua bergerak dari kediaman Gus Adib Fuad yang dijadikan posko untuk menghimpun bantuan di wilayah Kotaraja, Kota Jayapura menuju ke lokasi korban banjir di kabupaten Keerom yang berjarak 84,4 KM dengan menggunakan armada mobil dan truk. Rombongan Bakti Sosial NU Papua ini, selanjutnya mendistribusikan paket bantuan ke beberapa titik korban banjir di kabupaten Keerom, antara lain 60 paket bantuan di Arso I, 105 paket bantuan di Arso VII, 35 paket bantuan di Arso XIV, 80 paket bantuan di PIR 1, dan 120 lainnya di Baburia. Selain sembako, diberikan juga bantuan alat sholat (mukena).

Saat tiba di lokasi korban banjir, sebelum menyerahkan bantuan tersebut Ketua PWNU Papua, K.H. Toni Wanggai menyampaikan permohonan maaf baru bisa menemui warga, sekaligus rasa prihatin atas bencana banjir yang menimpa warga beberapa hari lalu. Beliau juga menjelaskan bahwa kedatangan jam’iyah dan jama’ah NU Papua ini sebagai tanda tali kasih sayang kepada warga di Keerom yang terdampak banjir, kiranya tetap sabar dan ikhlas menghadapinya serta semuanya berdoa dan berharap diganti dengan yang lebih baik.

Sementara, Gus Adib Fuad selaku Korlap Baksos NU Papua menyebutkan bahwa aksi sosial NU Papua ini sebagai wujud dari kepedulian kami kepada warga terdampak banjir Keerom, dan aksi kami tidak berhenti pada hari ini saja melainkan akan kami distribusikan juga ke titik korban banjir yang belum mendapatkan bantuan pada hari ini, misalnya di daerah Towe dan tentunya tetap bersinergi dengan PCNU Kabupaten Keerom dan jajarannya serta masyarakat sekitar.

Ketua PWNU Papua, KH Toni Wanggai mendengar keluhan dan harapan warga untuk kemajuan Kabupaten Keerom pasca diterjang banjir.

Pada kesempatan itu, selain dalam rangka menyalurkan bantuan, Kiai Toni dan rombongan juga mendengar keluhan dan harapan warga, tentang apa saja yang mereka butuhkan pasca bencana banjir, dan beliau berjanji akan menyampaikannya kepada kepala daerah (Bupati dan Wakil Bupati Keerom) agar segera merespon/membantu keluhan warga tersebut.

Atas bantuan yang diberikan, PCNU Kapubaten Keerom yang diwakili oleh sekretarisnya, Sutrisno menyampaikan apresiasi dan terimakasih, serta beliau juga menyampaikan bahwa warga sangat senang sekali mendapat kunjungan dan bantuan tersebut. Beliau berharap semoga hal ini menjadi tali perekat kerukunan dan persaudaraan di antara kita dalam hidup berbangsa dan bernegara serta bermasyarakat.

Seperti diketahui, hujan deras yang terjadi terus-menerus di awal bulan Februari 2021 di Papua menyebabkan meluapnya beberapa sungai di Distrik Muara Tami dan kabupaten Keerom, sehingga banjir pun merendam rumah warga dan lahan pertanian mereka di beberapa kampung.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga sudah mewanti-wanti seluruh warga agar melakukan antisipasi dan waspada akan perubahan cuaca yang ekstrem. Perubahan cuaca yang terjadi sejak tahun lalu ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat di seluruh tanah air, terutama mereka yang tinggal di area rawan bencana banjir dan longsor, akibat curah hujan yang tinggi dibarengi angin dan petir.

Kontributor: Joko Prayitno (LTN NU Papua)
Editor: Fadhilla Berliannisa

Spread the love

Comment here