Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

NasionalTasawuf

Silaturrahim dan Ziarah ke Hadlratussyeikh KH. Mahfudz Syafi’i

ziarah

Jakarta, DakwahNU
Pada setiap hari raya Idul Adha dan Idul Fitri, segenap jemaah thoriqoh syadziliyah wal qodiriyah selalu mendawamkan silaturrahim dan ziarah ke makan guru yaitu Hadlratussyeikh KH. Mahfudz Syafi’i Pondok Pesantren Istighotsah Bulak Kapal Bekasi. Hari ini Jum’at (30/07) merupakan hari raya Idul Adha, seperti biasa setelah shalat Idul Adha berjamaah, dilanjutakn dengan acara silaturrahim dan ziarah.

Kegiatan silaturrahim dan ziarah tersebut di pimpin langsung oleh KH. Agus Salim HS, yang merupakan guru pembimbing dan imam khusyusiyah thoriqoh syadziliyah wal qodiriyah Pondok PETA Tulungagung Titik Cikarang Kota, Bekasi, Jawa Barat. Ziarah di mulai pada pukul 08.25, diikuti oleh ratusan murid Hadlratussyeikh KH. Mahfudz Syafi’i.

KH. Agus Salim HS, yang juga sebagai Rois Jam’iyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nadliyah (Jatman) Idaroh Syu’biyah Kabupaten Bekasi, menyampaikan bahwa kegiatan silaturrahim dan ziarah ini merupakan kebiasaan yang diajarkan oleh guru yang harus dinapaktilasi.

“Kegiatan Silaturrahim dan ziarah langsung ke Makam Guru setelah shalat idul adha, Khususnya makam Hadlratussyekih KH. Mahfudz Syafi’i mempunyai makna khusus bagi penguatan batin para jamaah khususnya murid hadlratissyeikh.” Ungkapnya.

Kegiatan Silaturrahim dan ziarah ini, diisi dengan tawashul sebagai penguat jiwa, dan tahlil sebagai pengikat batin, serta tasbih dan istighfar sebagai pelembut hati, untuk melawan hawa nafsu yang selalu menggiring kita pada keburukan setiap saat dalam kehidupan sehari-hari. KH. Agus Salim HS, Ketua Lembaga Dakwah PBNU tersebut, menambahkan.

“Silaturrahim dan ziarah ini, diisi dengan tawashul sebagai penguat jiwa, dan tahlil sebagai pengikat batin, serta tasbih dan istighfar sebagai pelembut jiwa, untuk melawan hawa nafsu yang cenderng mengajak pada keburukan.” ujarnya.

Gema tahlil bergemuruh mengetuk pintu langit, dan diakhiri dengan suara lirih pembocaan doa yang diamini oleh seluruh jamaah. (ASR)

Abdus Saleh Radai
Spread the love

Comment here