Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Sekjen PBNU Sebut Relawan Vaksinasi adalah Pahlawan Kemanusiaan

Jakarta, Dakwah NU
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Gus Helmy Faishal Zaini mengungkapkan bahwa vaksin hukumnya wajib dan yang divaksin adalah pahlawan. Ungkapan tersebut dibunyikan usai ramai di jagat maya polemik halal atau haram vaksin AstraZeneca.

Dalam keterangannya,Gus Helmy mengatakan bahwa dalam kondisi darurat vaksin AstraZeneca bukan saja boleh digunakan tapi wajib. Hal tersebut dikatakannya berdasarkan kajian ilmiah yang telah dilakukan para ulama.

“Ini tentu berdasarkan kajian ilmiah dari para ulama. Lembaga Bathsul Masail PWNU Jatim telah melakukan kajian yang menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca suci dan halal, bahkan para ulama NU di Jawa Timur sudah melakukan vaksinasi menggunakan AstraZeneca,” ujar Gus Helmy, Rabu (24/3).

Lebih lanjut, Gus Helmy mengatakan vaksinasi memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam agama. “Vaksinasi ini masuk dalam kategori hifdzun nafs atau upaya menjaga jiwa yang menjadi salah satu prinsip mendasar dari ajaran Islam,” kata Kiai Muda kelahiran Cirebon ini.

Bahkan saking tingginya hal tersebut, Gus Helmy tak segan menyebut bahwa masyarakat yang sudah divaksin adalah pahlawan kemanusiaan.

“Siapapun yang mau menjadi relawan dalam program vaksinasi, mereka lah yang disebut pahlawan kemanusiaan,” ungkapnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Ketua PBNU Marsudi Syuhud juga lantas mengharapkan masyarakat mau menggunakan vaksin karena kini tidak ada pilihan lain.

“Maka kita harapkan semua bangsa Indonesia mau pakai vaksin, karena tidak ada pilihan, tentunya kita pakai vaksin yang ada. Vaksin yang ada itu suatu keharusan bagi bangsa kita untuk vaksinasi. Karena kalau satu vaksin satu tidak nanti tidak akan terjadi herd immunity,” ujarnya.

Tak hanya itu, dalam pernyataannya Marsudi Syuhud juga turut menegaskan bahwa vaksin Sinovac dan AstraZeneca telah mendapat label halal menurut Fatwa MUI dan Fatwa NU, sehingga para kiai NU bersedia divaksin.

“Karena dua-duanya boleh dipakai, maka dipakai oleh para kiai. Fatwa MUI boleh, fatwa NU juga boleh,” katanya.

Dia mengatakan manusia tidak bisa hidup masing-masing. Karena itu, imunitas menjadi sangat penting agar masyarakat terlindungi dari risiko Covid-19.

“Salah satu cara meningkatkan imunitas, ya melalui vaksin,” ucapnya. (red)

Spread the love

Comment here