Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Daerah

Sekjen PBNU Minta Penahanan 4 Ibu dan Balita di Lapas Praya Ditangguhkan

Lombok, Dakwah NU
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU), Dr. (H.C.) Helmy Faishal Zaini, S.T., M.Si, meminta agar empat ibu dan dua anak balita yang ditahan di lapas Praya dibebaskan. Sebelumnya diketahui mereka terlibat aksi protes penolakan pabrik Tembakau yang berada di daerah Praya Tengah, Kopang, Lombok Tengah pada 26 Desember 2020 lalu.

Dalam akun Instagram pribadinya @ahmadhelmyfaishalzaini, Helmy Faishal mengaku bahwa hal ini Ia lakukan berdasarkan atas rasa kemanusiaan.

“Hari ini, saya didampingi Hj. Nurul Adha, H. Sarjana (Anggota DPRD F PKB Lombok Tengah) mengunjungi lapas Praya di Lombok Tengah. Kedatangan saya adalah untuk menjenguk melihat kondisi 4 ibu dan 2 anak balita yang masih berumur 1 tahun ini. Alhamdulillah mereka mendapat perlakuan yang baik sekali di lapas, dan mereka dalam keadaan sehat. Meski demikian keempat ibu ini langsung menangis dan menyampaikan peristiwa yang terjadi,” tulisnya dalam unggahan, Senin (22/02/21).

“Saya sendiri terenyuh dan sangat iba, kasihan melihat ibu-ibu dan 2 anak balita yang tidak statusnya berada di sel tahanan,” lanjutnya.

Menyikapi Peristiwa Penahanan 4 ibu rumah tangga asal Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah yakni Nurul Hidayah (38 tahun), Martini (22 tahun), Fatimah (38 tahun), dan Hultiah (40 tahun) ini, Helmy meminta agar pihak penegak hukum mengedepankan restorative justice (keadilan restoratif).

“Pihak penegak hukum dalam hal ini harus mengedepankan restorative justice (keadilan restoratif) dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan bahwa yang ditahan adalah 4 IRT dan 2 Balita. Hukum wajib dijunjung tinggi kepada siapapun, namun dalam perkara ini yang harus dikedepankan adalah kemanusiaan, mengingat 4 IRT dan 2 Balita masih sangat dibutuhkan oleh keluarga,” tulisnya lagi.

Lebih lanjut, beliau juga meminta kepada penegak hukum untuk menangguhkan proses penahanan kepada 4 IRT dan 2 Balita tersebut. Sekaligus segera melakukan proses hukum secara adil agar 4 IRT dan 2 Balita bisa dibebaskan. “Saya siap menjaminkan diri untuk penangguhan penahanan 4 IRT dan 2 Balita demi keadilan dan kemanusiaan,” pungkasnya. (fqh)

Spread the love

Comment here