Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Daerah

Sejumlah Langkah Optimis PWNU DKI, Kiai Samsul: Mari Kita Kembali ke Masjid

Jakarta, Dakwah NU
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi DKI Jakarta KH Samsul Ma’arif menyampaikan harapannya terhadap seluruh pengurus NU DKI Jakarta masa khidmat 2021-2026. Baginya, jumlah pengurus PWNU DKI Jakarta saat ini bisa menjadi potensi positif sekaligus negatif bagi keberlangsungan kegiatan NU di Jakarta.

“Satu sisi memang bisa menjadi sebuah kekuatan besar kalau kita semuanya punya keinginan sama untuk berkhidmat memajukan NU, sehingga potensi yang ada bisa menjadi satu kesatuan yang luar biasa,” ujarnya dalam Halal bi Halal dan Ta’aruf Pengurus PWNU DKI Jakarta Masa Khidmat 2021-2026 di Pondok Pesantren Al Hamid, Cilangkap Jakarta Timur, Rabu (16/6/21).

“Saya punya keyakinan kalau potensi bisa semua bergerak, tidak hanya aspek keagamaan dan sosial, tapi aspek politik pun insyaAllah akan tercapai cita-cita kita semua,” imbuhnya.

Tetapi, lanjut Kiai Samsul, kalau tidak bisa memaksimalkannya maka bisa jadi banyaknya orang yang hebat-hebat tersebut justru menjadi masalah. Terkadang orang pintar justru berpotensi berbeda pendapat, lalu tidak bisa disatukan dan membuat kekuatan masing-masing.

“Tapi naudzubillah, itu bukan yang kami harapkan. Saya punya keyakinan besar bahwa potensi yang ada, yang ada dalam susunan kepengurusan PWNU tahun ini insyaAllah bisa membawa kemajuan NU di tahun-tahun yang akan datang,” ucapnya.

“Kami mohon diingatkan, kami minta untuk diberikan masukan, untuk kemajuan NU di DKI Jakata yang akan datang,” tambahnya.

Menindaklanjuti instruksi yang telah ia sampaikan kepada setiap pengurus hingga tingat ranting untuk menyelenggarakan lailatul ijtima’, pihaknya berencana membenttuk koordinator wilayah untuk memudahkan pembinaan di tingkat cabang, majelis wakil cabang maupun ranting. Itu sebabnya, Kiai Samsul mengajak pengurus untuk menata di awal kepengurusan ini.

Baca juga: Rangkul Masyarakat Betawi, Ketua PWNU DKI Instruksikan Pengurus Rutin Gelar Lailatul Ijtima’

InsyaAllah jika hidayah (permulaan) nya baik maka nihayahnya baik, hidayahnya yang perlu dilakukan adalah apa niat kita, untuk berkhidmat di NU kenapa berkhidmat di NU sama artinya berkhidmat untuk ajaran agama kita semua. Oleh karena itu pertama penting sekali bahwa niat berkhidmat di NU karena Allah SWT,” ujarnya.

Kiai Samsul optimis PWNU DKI sejajar dengan PWNU Jawa Timur maupun Jawa Tengah. Jika di Jatim dan Jateng banyak pesantren, maka paling tidak DKI punya pesantren rehabilitasi.

Menurut Kiai Samsul, pesantren rehabilitasi tersebut merupakan program dan cita-cita besar pada periode ini yang harus diwujudkan. Penggabungan pondok pesantren dengan bidang kesehatan ini dikhususkan bagi anak-anak yang membutuhkan pertolongan.

Selanjutnya, pihaknya mengupayakan setiap kegiatan NU akan berbasis masjid terutama di lingkungan MWC dan ranting. Sebab rata-rata keluhan orang NU saat ini, banyak masjid yang tidak NU.

“Katanya kalau orang NU yang menguasai masjid paling-paling resikonya sandalnya ilang, kalau orang Muhamadiyah yang menguasai masjid rukuhnya hilang, kalau orang PKS yang menguasai masjid, masjidnya yang hilang,” tuturnya.

“Tetapi tidak cukup hanya kita bicarakan, kalau dulu PBNU punya moto kembali ke pesantren, kalau di PWNU mari kita kembali ke masjid, majelis taklim sebagai tempat kegiatan kita,” imbuhnya.

Apabila masjid diurus dengan baik, dibangun dari aspek perizinan, sertifikat, pengurus masjid terdiri dari orang NU, tidak ada salahnya jika kantor-kantor MWC dan ranting ada masjid. Fungsinya di samping untuk kegiatan NU sekaligus untuk menjaga masjid-masjid untuk tetap NU.

Kalau kegiatan NU Jakarta bisa dilakukan berbasis masjid dan majelis taklim, maka menurut Kiai Samsul, khidmat dan pendampingan para pengurus pada masyarakat bisa dirasakan.

“Kalau kita misal punya gubernur NU saya kira kok tidak sulit. Semuanya politisi-politisi tinggal satu langkah saja. Kalau kita kompak kok rasanya tidak begitu sulit. Tapi tentu tidak cukup dengan omongan. Itu adalah cita-cita terakhir. Dapat ya alhamdulilah, tidak dapat ya tidak apa-apa. Yang lebih penting lagi adalah mulai sejak sekarang kita betul niat untuk khidmat ke NU ikut memakmurkan NU di berbagai tingkatan,” pungkasnya. (fqh)

Spread the love

Comment here