Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Seni Budaya

Sebagian Puisi Buku Sengketa Semesta

Sajak Pelangi

Kutulis sajak ini
Untuk mengeja sepi
Dalam kantong besi
Membisu masa, kuliti permadani

Air mataku mengalir
Bersama aliran darah anyir
Bercengkerama bersama purnama
Menggulung malam fana

Sorakan penggembala sirna
Bersama angin senja
Merapal doa-doa karma
Antara laknat dan murka

Baju-baju besi tersingkap
Bersama laju air di tungku emas
Mengendap bersama samudra lepas
Merapal pendar-pendar bintang mengkristal

Biar pelangi kembali membentang
Melintang samudra tentang
Melucuti keabsurdan lantang
Rajut perpecahan menjadi rantai memanjang

Menyapa Gelap

Planet-planet malam jatuh menderau
seperti hujan kelapa yang diparut
di atas bentala
sinkong raksasa
bertaburan, berserakan, seperti remah
yang dibuang kaum khalwat
demi menciptakan adonan keadaan berimbang

Para manusia lalu memandang langit
jutaan tahun mengelih-menatap
mengembalikan usia tua yang pergi menjauh
terus menerus mendekap langit
untuk mereka yang tinggal di bumi

Makin lama, planet-planet mendekat
di dalam teropong mikroskop
menjelma di layar laptop
dan planet-planet berdenyar menjadi puisi
mengeja langit kehidupan

Marketing Langit

Gemersik pikiran
melayang-layang
membongkar kesadaranku, satu-persatu
menembus perjalanan di waktu malam
perjalanan malam menuju pagi
malam melepas penat
pagi membuka energi
menyelinap di perut waktu
tanpa bayangan orang lain
hanya kerlipan bintang-bintang di langit

Malam mengulur gelap dalam sunyi
dalam lamunan pemimpi yang meluap
kuli waktu, setiap detik dalam 24 jam
melipatgandakan kesempatan dan harapan
malam,beribu kilometer berjarak
bergegas merencanakan cita-cita di dunia:
bekerja dan tak henti-hentinya bekerja
beramal dan tak henti-hentinya beramal
dalam sunyi, tanpa maklumat

Malam bergeser menuju pagi
titik embun mengeras
molekul jam menetas
mewarnai wangi dan buram dini hari
berjuang dalam dua kehidupan: hidupku dan hidup orang lain
bagai nelayan di pangkuan samudra
memberi makanan orang lapar bersama sunyi
aku melakukan negosiasi ghoib
bersama laju kehidupan
melakukan marketing langit
dalam getaran pelangi kemanusiaan

Gelap luar, gelap di dalam
di langit pendar kilauan cahaya membentang
wujudku pecah menjadi dua:
diri yang diam, diri yang berjalan
satu dalam ruang, yang lainnya menjelajah
jengkal demi jengkal ingatan
mengukur jarak antara pagi dan malam
sepanjang aku sampai tak mampu
mencapai titik pertemuan cipta
saat gelap berjumpa cahaya
mengetuk pintu jumantara, mendesain marketing langit

Carilah Tuhan dalam Kesunyian

Carilah Tuhan dalam kesunyian…
Mungkin selama ini kebisingan dunia
Telah mengaburkan cahaya imanmu

Carilah Tuhan dalam kesunyian…
Mungkin selama ini terlalu tebal kotoran hatimu
Hingga getaran cahaya-Nya merayap bersama adzan shubuh

Carilah Tuhan dalam kesunyian…
Mungkin selama ini kau telah mencari-Nya
Dalam diktat-diktat formalitas, hanya pengugur kewajiban

Carilah Tuhan dalam kesunyian…
Mungkin selama ini kau telah melupakan-Nya
Dalam keangkuhan hamba semu, bermetamorfosislah…

Carilah Tuhan dalam kesunyian…
Biaralah corona mengisolasi semuanya
Tapi tidak dalam pelukan-Nya

Warna Keheningan

Mengarun warna
melipat cuaca
memerami atmosfer
nasib yang berbaris seperti antrean panjang

hitam dan putih mengeja kehidupan
alangkah misteri cinta, seperti misteri cuaca
diramal, tapi pasti tak dapat diterka

Sabitah, mercusuar di langit
di antara himpitan rasi
ilmiah dalam perdebatan
setelah ilmu dan penelitian
peristiwa terjadi belakangan
menyatu bersama perenungan
Alangkah mahal warna keheningan

Marcusuar 

Kertas-kertas senja
kembalikanku pada alam
yang meniup mimpi-mimpi
dalam bara angin
bersama kupu-kupu jingga
di taman pelangi

Ke gurun hamba yang sunyi
gurauan bidadari pagi
bangunkan gelap belantara nurani
dalam doa-doa abid
yang meniup kobaran amarah
menjadi air telaga

Hempasan ombak di tepi samudra
menuntun nafasku mencari
letak marcusuar ada
bersama deru ombak
yang melipat kesunyian jiwa

Mercusuar kutelan dalam jiwa
jiwaku membaja menjadi doa
ragaku duduk merendah di atas batu hitam
sesiul kenari menunggu
mengajak aku merangkai lagu
di Jana Bijana, Nusantara

Karya: Aang Fatihul Islam
(Ketua LDNU Kab Jombang)

Latest posts by Abdullah Faqihuddin Ulwan (see all)
Spread the love

Comment here