Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Daerah

PWNU Papua Gelar Haul ke-18 H Sofyan Wanggai sekaligus Resmikan Mushala Padepokan ABG-Pertapa

Papua, Dakwah NU
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua menyelenggarakan peringatan Haul ke-18 H. Sofyan Wanggai, ayahanda tercinta dari Ketua PWNU Papua K.H. Toni Wanggai, bertempat di Mushala Padepokan ABG-Pertapa (Anak Buah Gus Dur-Persaudaraan Tanah Papua) pada Senin malam, 26 April 2021.

Dalam sambutannya, Kiai Toni mengucapkan terimakasih kepada seluruh jamaah yang hadir serta menyampaikan kegembiraannya karena Allah SWT memberikan hadiah paling indah bagi NU Papua. 

Beliau menyebut hadiah paling indah, sebab dalam momen haul tersebut bertepatan dengan tanggal 15 Ramadan (Nifsu Ramadan) dan peresmian penggunaan Mushala Padepokan ABG Pertapa.Tak hanya itu, dalam acara haul itu juga berkesempatan hadir, Habib Alwi bin Ahmad Shahab dari Ciledug, Banten.

“Padahal 3 momen istimewa tersebut tidak pernah direncanakan untuk dapat diselenggarakan dalam satu waktu,” kata Kiai Toni.

Lebih lanjut beliau memaparkan, dengan berdirinya mushala Padepokan ABG Pertapa, diharapkan akan menjadi pusat pergerakan dan pemikiran kegiatan sosial serta spiritual bagi NU Papua.

Tak hanya itu, ke depan, mushala ini juga sekaligus sebagai cikal dari program pembangunan Gus Dur Center atau Rumah Gus Dur/Obhe Gus Dur (Obhe=rumah adat; bahasa Sentani) di Kampung Harapan, dekat stadion Lukas Enembe Sentani, Kapupaten Jayapura.

Menurut Kiai Toni, hal ini telah dikoordinasikan bersama Mbak Alissa Wahid, putri sulung Gus Dur dari Griya Gus Dur, jaringan GusDurian Jakarta dan PBNU. Ini merupakan salah satu Program Percepatan Pembangunan Papua yang dinahkodai oleh Wakil Presiden Republik Indonesia K.H. Ma’ruf Amin melalui staf khsususnya Kiai Muhammad Imam Azis, yang insya Allah akan mulai dibangun pada tahun 2022 senilai 33 Milyar Rupiah.

Kemudian, Kiai Toni menjelaskan bahwa istilah ABG Pertapa ini diambil karena NU Papua dan seluruh masyarakat di Tanah Papua melihat sosok Gus Dur sebagai tokoh panutan, menghilangkan sekat, menembus batas sehingga beliau dapat diterima oleh semua pihak di Papua.

“Jasa-jasa Gus Dur bagi Papua antara lain telah merubah nama Provinsi dari Irian Jaya menjadi Papua, Memberikan Otonomi Khusus bagi Papua melalui UU No.21 tahun 2001, membela hak-hak dasar dan kemanusiaan orang Papua dan menegakkan keadilan di Tanah Papua sehingga berkat semua kebaikan itu, beliau mendapat gelar Anak Adat Papua,” jelasnya.

“Semua ini terlaksana berkat ridha Allah SWT, melalui nasehat, doa para sesepuh dan guru-guru kami serta support dan sinergi semua simpul-simpul NU Papua,” Kiai Toni menambahkan.

Makna Haul
Saat mengisi ceramah di peringatan Haul ke-18 H. Sofyan Wanggai, Habib Alwi bin Ahmad Shahab menceritakan kisah betapa indah dan menyenangkan mendapat kiriman pahala dari anak-anak sholeh dan sholehah.

Sebagaimana Rasulullah Saw dahulu yang sangat memperhatikan secara khusus siapa-siapa yang “menggantikan posisi beliau” untuk dakwah ilallah pada tempat-tempat di mana umat membutuhkan dakwah.

“Boleh jadi sama seperti yang rasakan oleh H. Sofyan Wanggai saat ini ketika anak-anak beliau pada hari ini banyak melakukan kebaikan mulai dari sedekah makanan sampai khataman Al Qur’an yang semua pahala diniatkan untuk ayahanda tercinta,” ujar beliau.

Kemudian, Habib menjelaskan bahwa tujuan Hadratussyekh K.H. Hasyim Asy’ari mendirikan NU adalah agar manusia bisa saling mengetahui satu sama lain dan tidak mendapati pribadi lain kecuali pribadi Rasulullah SAW.

“Bagaimana jika kita diberi dua pilihan mendapat harta yang melimpah selama hidup, atau hidup dengan berbagai tantangan dan keterbatasan dalam dakwah ilallah, namun di akhirat kelak mendapat senyum Rasulullah? Mana yang kita pilih?” ujar Habib.

Di akhir, Habib menutup dengan pembacaan al-Fatihah bersama, setelah sebelumnya terdapat beberapa rangkaian acara, seperti Khotmil Qur’an oleh K.H. Muhammad Ansori Al Hafidz dan Kiai Ilyas Al Hafidz, buka puasa bersama, sholat magrib dan isya serta tarawih berjama’ah, dan pembacaan tahlil oleh K.H. Mansyur Al Kaff pengasuh Pondok Pesantren Nurul Anwar Komba, Sentani.

“Kakek saya bilang kalo ada 40 orang atau lebih kemudian berdoa, maka akan ada 1 dari doa mereka yang diterima. Al Fatihah,” pungkasnya.

Kontributor: Joko Prayitno

Spread the love

Comments (1)

  1. Saya sangat terharu dan sangat merindukan acara2 seperti ini.
    cuma kemaren undangan lewat WA yg saya terima terlambat masuk.
    padahal saya sangat ingin bergabung.
    karena Pak KH Tony wangge adalah sosok guru yg patut kita teladani.
    semoga di lain waktu kita bisa gabung di lain waktu. wasalam

Comment here