Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Artikel

Puasa Ramadan Tapi Tidak Salat, Sah Tidak? Ini Penjelasannya

Bondowoso, Dakwah NU
Bulan Ramadan merupakan waktu yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam untuk menjalankan puasa dan memperbanyak ibadah. Ada ibadah khusus yang wajib dilakukan selama Ramadan, yakni puasa.

Lantas bagaimana hukum orang yang puasa di Bulan Ramadan tetapi tidak menjalankan ibadah salat wajib? apakah puasanya tetap sah?

Salah satu Da’i di Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU), Ustadz Luthfi Khoiron, mengatakan bahwa orang yang berpuasa tetapi tidak melakukan salat wajib, puasanya tetap dianggap sah.

Hal itu, kata Ustad Luthfi, dikarenakan ibadah salat adalah ibadah tersendiri. Dan ibadah puasa juga ibadah tersendiri.

“Hukum puasa bagi orang yang tidak melaksanakan salat, puasanya tetap sah. Karena dalam syarat sahnya puasa tidak menyebut harus salat. Jadi tetap sah meski tidak salat,” ujar Ustad Luthfi Khoiron kepada Jurnalis Narasinews.id, Minggu (3/4/2022).

Namun begitu, kata Ustad Luthfi, orang yang tidak salat juga berdosa besar. Karena salat adalah amalan ibadah yang pertama kali ditanya kelak dihadapan Allah SWT.

Ustad Luthfi
Di samping itu, Ustad Luthfi menjelaskan, sebuah pendapat dari Syekh Yusuf Al-Qoradawi yang merujuk pada mahzab Hambali. Disebutkan bahwa orang yang tidak melaksanakan salat di hukumi kafir. Maka orang yang tidak salat tapi berpuasa, puasanya tidak sah. Sebab dengan meninggalkan salat, ia dianggap kafir.

“Sehingga ibadah apapun yang ia lakukan, jika tidak salat, tidak menjadi sah. Karena ia melepaskan diri dari islam dengan cara meninggalkan salat. Itulah pandapat Imam Ahmad bin Hambal (Madzhab Hambali) yang dinukil oleh Syekh Yusuf Al-Qoradawi,” terang Ustad Luthfi.

Akan tetapi, lanjutnya, kembali kepada jumhur Ulama Salaf, bahwa orang yang berpuasa tapi tidak salat, tetap sah puasanya meski dianggap fasik. Itu karena orang yang meninggalkan salat memang disebut fasik.

“Intinya hukum puasa bagi orang yang tidak salat, tetap sah puasanya. Namun jika dilihat dari aspek perimbangan, ia malakukan yang wajib (puasa -red) dan meninggalkan yang wajib (salat -red). Sehingga kita bisa menilai sendiri dengan akal sehat,” ucapnya.

Ustad Luthfi mengungkapkan, bahwa perkara salat dan puasa tidak bisa dilepas dari islam. Meski kedua ibadah itu mempunyai syarat sah masing-masing.

“Salat dan puasa adalah rukun islam yang harus dan wajib dikerjakan. Keduanya ibarat ‘massa dan setrum’. Maka harus dipadukan untuk menghantarkan energi rohani sampai kepada Allah SWT,” pungkasnya.

Spread the love

Comment here