Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Prof Quraish: Perayaan Maulid Nabi Sudah Mengakar Erat dengan Budaya Indonesia

Jakarta, Dakwah NU
Profesor Muhammad Quraish Shihab menyebut bahwa Maulid Nabi telah menjadi salah satu perayaan umat Islam yang telah mengakar dengan budaya Indonesia. Meskipun, menurutnya, para ulama sendiri tak sedikit yang silang pendapat terkait hukum merayakannya.

Prof Quraish sendiri berpendapat bahwa memperingati Maulid Nabi bukanlah ibadah murni. Namun tetap mendapat pahala lantaran telah mensyiarkan Nabi Muhammad Saw kepada banyak orang. Karena menurutnya, sebelum mencintai sesuatu, seseorang harus terlebih dulu mengenal dan memahaminya.

“Itulah mengapa, dengan merayakan Maulid Nabi, orang lain menjadi kenal dengan Nabi Muhammad Saw,” tutur Cendekiawan Muslim Indonesia itu.

Beliau mengatakan, peringatannya dilakukan tiada lain merupakan satu langkah menuju cinta.

“Jangankan membicarakan tentang kehebatan Nabi, atau tentang ajaran Nabi. Maaf-maaf, hubungan mesra antara suami istri itu dapat pahala. Apalagi ini (Maulid Nabi),” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menerangkan dengan pasti bahwa Nabi Muhammad Saw sendiri acap merayakan hari kelahirannya. Yakni dengan melakukan ibadah puasa. Maka, secara tak langsung, Prof Quraish berpendapat, merayakan hari kelahiran sebenarnya tak masalah, asalkan melalui cara-cara baik.

“Dalam Shahih Muslim ditanya Nabi, kenapa Nabi berpuasa pada hari Senin? Beliau menjawab, itulah di mana hari aku lahir’,” terangnya dalam tayangan Youtube miliknya, Selasa (19/10/2021).

Beliau menyampaikan bahwa perayaan Maulid Nabi sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun baru dibuat meriah pada zaman Dinasti Abbasiyah. Khususnya, di masa kekhalifahan Al-Hakim Billah.

“Dia (Al-Hakim Billah) merayakan Maulid Nabi dengan keluar bersama permaisurinya dengan mengenakan pakaian yang indah,” jelas Mufasir kebanggan Indonesia ini.

Di Indonesia sendiri, lanjut dia, Maulid Nabi biasanya diperingati dengan berbagai bentuk perayaan. “Menariknya, setiap daerah atau budaya, punya cara tersendiri untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad saw,” pungkasnya.

Spread the love

Comment here