Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Prihatin Banyak Ulama Wafat di Masa Pandemi, Abi Agus Salim HS Ajak Hidup Sehat

Bekasi, Dakwah NU
Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH. Agus Salim HS merasa prihatin atas wafatnya para Ulama dan Kiai di masa pandemi. Hal ini diungkapkannya mengingat sudah 207 ulama di 110 pondok pesantren Indonesia meninggal karena di masa pandemi Covid-19.

Diketahui, pada 8 Desember 2020 Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU mencatat 207 masyayikh, kiai dan nyai, wafat selama masa pandemi Covid-19, paling tidak ditemukan di 110 pesantren. Meninggalnya ratusan ulama diakibatkan oleh kenaikan penularan Covid-19 di kalangan pondok pesantren. Hal ini disebabkan karena sosialisasi dan edukasi Covid-19 di pesantren masih minim, serta pondok pesantren masih kesulitan mengakses bantuan tes PCR (Polymerase Chain Reaction).

Baca juga : 207 Pengelola Pesantren Wafat di Masa Pandemi, RMI PBNU Minta Pemerintah Perhatikan Ini

Menanggapi hal tersebut, Abi Agus Salim-begitu ia akrab disapa-meningmbau kepada seluruh umat Islam khususnya warga NU untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Hal ini diutarakan sebagai ikhtiar dan kepasrahan diri kepada Allah Swt. dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Dimohon berhati hati dalam situasi pandemi ini. Ulama dan apara kiai yang meninggal karena corona sudah lebih dari 210 orang. Mencetak ulama itu tidak mudah, sangat sulit perlu waktu lama,” ujarnya mengimbau.

“Kita harus selalu memohon kepada Allah di samping mematuhi protokol kesehatan. Jaga terus batiniah kita dengan dzikrullah, karena dzikir penguatkan jiwa kita,” sambung Abi yang juga Imam Khususiyah Thoriqoh Syadziliyah wal Qodariyah ini.

Abi mengajak untuk menciptakan kebugaran tubuh dengan olahraga dan merelaksasi pikiran dengan sesuatu yang membuat pikiran menjadi tenang dan damai. Salah satu yang disarankan Abi adalah memainkan nada-nada di piano. Hal ini bisa menjadi alternatif mendatangkan ketenangan dan kedamaian. Sebagaimana para Ahli Thoriqot gemar main musik seperti DR Habib Muhammad Luthfi bin Yahya.

“Selain dzikir dan doa, kita harus menjaga imun kita dengan cara olahraga dan pandai-pandai menciptakan sesuatu yang menyebabkan pikiran lebih enjoy, santai dan menghindari hal-hal yang menyebabkan stress,” tandasnya mengakhiri. (fqh)

Spread the love

Comment here