Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Daerah

Ponpes Nurul Jadid Terbaik Penanganan Covid-19, Kiai Said : Wajib Ditiru

Probolinggo, DAKWAH NU
Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj berharap Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menjadi contoh dan bisa ditiru oleh pesantren lain dalam penanganan covid-19 di lingkungan pesantren.

Diketahui bahwa Pondok Pesantren Nurul Jadi Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dianugerahi sebagai Pesantren Terbaik dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tingkat nasional dari Satgas NU Peduli Covid-19, Kamis (7/1/2021).

“Di kalangan pesantren yang paling masif dan gigih serta berhasil meminimalisir sebaran corona virus, Ponpes Nurul Jadid. Kami bangga, mudah-mudahan dan saya harap pesantren lainnya meniru Nurul Jadid,” kata Kiai Said Aqil Siroj dalam sambutannya di acara yang digelar secara virtual tersebut.

Menurutnya, adanya wabah (tha’un) ini hikmahnya sangat besar. Pertama baru kali ini terutama teknologi informasi (TI), tanpa disadari manusia secara umum sombong, karena semua permasalahan bisa diselesaikan melalui gadget.

Padahal, lanjut dia, hal itu menggeser sebagian iman kita kepada Allah. Karena kepercayaan kecanggihan teknologi itulah Allah memberikan ujian (covid-19), sehingga semua merasa lemah menghadapi wabah ini.

“Bagi kita orang yang beriman tidak boleh takut, tidak boleh berkecil hati. Allah menguji dengan ada rasa takut, dan khawatir krisis maupun saudara meninggal, jangan khawatir, karena pasti ada hikmahnya. Kita kembali kepada Allah,” tuturnya.

Kiai Said Aqil mengatakan, sebenarnya ketika ada virus corona ini harus bertambah iman dan harus mengubah pola kehidupan sehari-hari, seperti cuci tangan, jaga jarak, ,mengurangi berkerumun.

“Semua berkenaan dengan kebersihan. Maka kita menjadi mengerti prinsip kebersihan dengan adanya covid-19, sehingga kita menjaga kebersihan,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa covid-19 itu ada dan nyata serta juga berbahaya. Apalagi, katanya, bagi usia tua yang mempunyai komorbid atau penyakit penyerta.

“Covid-19 itu nyata ada. ada juga kiai dan nyai yang meninggal karena covid-19. Mari kita sosialisasikan ke masyarakat untuk mengurangi sebaran covid-19. Kesimpulannya, mari kita menghadapi covid-19 ini mari dengan ikhtiar,” katanya.

Dalam kesempatan itu, turut juga hadir Ketua PBNU Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, Ketua Satgas NU Peduli Covid-19 Dr. M Makky Zamzami, Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, Kepala Ponpes Nurul Jadid K.H. Abdul Hamid Wahid, Pengasuh Ponpes Nurul Jadid K.H. Moh Zuhri Zaini, dan lainnya. (ahn)

Spread the love

Comment here