Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Hikmah

Kiai Manan: Manusia Diciptakan Allah SWT dengan Kemuliaan

Jakarta, Dakwah NU
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Abdul Manan Ghani menyebutkan bahwa manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan diberi kemuliaan atas makhluk-makhluk lainnya.

“Jadi manusia diciptakan oleh Allah di bumi itu untuk dimuliakan. Manusia diturunkan ke bumi itu tidak untuk dihinakan, namun untuk dimuliakan,” ujar Kiai Manan dalam acara Syiar Ramadan yang ditayangkan kanal YouTube Dakwah NU, Selasa (13/4/21) lalu.

Kiai Manan kemudian menjelaskan, kemuliaan yang diberikan Allah SWT untuk manusia adalah berupa amanah untuk melaksanakan ibadah. Sesuai firman Allah Swt yang berbunyi, “Tidak Kami jadikan manusia dan jin kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”

Dalam Kitab Riyadhus Sholihin diterangkan manusia bisa mulia karena memegang perintah-perintah Allah SWT. Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).

“Ini tentang tugas manusia sebagai makhluk yang diberi kemuliaan. Manusia mulia karena diberi tugas. Jadi, manusia memegang kemulian di bumi ini karena memegang perintah-perintah Allah,” tegasnya.

Kemudian, Kiai Manan menjelaskan dalam melaksanakan perintah Allah harus dilandasi dengan rasa ikhlas. Sebab dalam Islam, niat mempunyai peranan yang utama. Niat menjadi tolak ukur diterima atau tidaknya amalan oleh Allah SWT. Oleh karenanya, niat harus digunakan untuk mengawali semua amalan.

“Jadi amalan yang lahir maupun batin tampak maupun tidak, maka harus tetap diwali dengan niat. Niat itu agar pekerjaannya fokus,” ujarnya.

Banyak amal-amal yang kelihatannya duniawi, tapi jika niatnya benar maka bisa menjadi pahala. Misalnya, saat seseorang berkegiatan dari pagi sampai petang, dalam rangka ikhtiar mencari nafkah. Kelihatannya pekerjaan duniawi, namun jika diniatkan dengan baik maka itu menjadi amalan akhirat.

Sesungguhnya amal tergantung dengan niat. Sesungguhnya sahnya amal-amal itu dengan niat dan sesungguhnya bagi setiap orang tergantung dari apa yang dia niatkan.

Oleh karena itu, dalam kesempatan tersebut, Kiai Manan berpesan pentingnya untuk mengarahkan niat, baik dalam ibadah maupun dalam mencari nafkah dunia. Amalan-amalan akhirat harus kita niatkan lillahi ta’ala, terlebih saat ini sedang berada di bulan Ramadhan.

“Tugas kita mengemban kemuliaan dari Allah, itu berarti manusia kemuliaan itu perintah, perintah Allah itu untuk beribadah dengan ikhlas untuk itu jangan sampai salah niat,” pesannya.

Spread the love

Comment here