Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

PBNU-Muhammadiyah Sepakat Alihkan Dana Kurban untuk Warga Terdampak COVID-19

Jakarta, Dakwah NU
Indonesia sedang dihantam lonjakan kasus Covid-19 akibat kemunculan varian virus Delta yang memiliki daya tular lebih cepat. Teranyar, pada 16 Juli 2021, penambahan kasus Covid-19 harian di Indonesia mencapai 54.000 sehingga totalnya 2.780.803.

Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi membuat pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali sebagai upaya menekan laju penyebaran virus.

Semula, PPKM Darurat hanya akan diberlakukan pada 3-20 Juli 2021, namun teranyar pemerintah memperpanjangnya hingga akhir bulan Juli 2021. Penerapan PPKM Darurat sangat berdampak bagi masyarakat, tertuama mereka yang berasal dari kalangan ekonomi lemah.

Oleh karena itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Muhammadiyah mgenimbau masyarakat mengalihkan dana membeli hewan kurban tahun ini untuk membantu mereka yang sedang kesusahan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Imbauan ini tertuang dalam Surat Edaran PBNU 4162/C.I.34/07/2021 pada nomor 5 poin C. Dalam poin itu disebutkan pandemi COVID-19 telah menimbulkan dampak buruk di masyarakat salah satunya masalah sosial-ekonomi.

“Pandemi COVID-19 telah menimbulkan dampak buruk di masyarakat terutama timbulnya masalah sosial-ekonomi. Oleh karena itu, PBNU mengimbau warga nahdliyin yang memiliki kemampuan secara ekonomi agar mendonasikan dana yang akan belikan hewan untuk membantu masyarakat yang terdampak COVID-19,” isi surat edaran yang dilihat Dakwah NU, Jumat (16/7).

Surat edaran ini diterbitkan pada 28 Dzulqa’dah 1442 H atau pada 9 Juli 2021. Dengan ditandatangani Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil.

PBNU juga mempersilakan bagi warga yang berkemampuan bila ingin tetap membeli hewan kurban serta membantu warga terdampak COVID-19. Hal ini tertuang dalam poin d di surat edaran tersebut.

“Warga nadliyin yang memiliki kemampuan untuk berdonasi dalam rangka membantu penanggulangan dampak COVID-19, dan juga memiliki kemampuan untuk melaksanakan kurban dipersilakan untuk melaksanakan keduanya,” tulis surat edaran tersebut.

Selain itu, surat edaran memuat bahwa tempat-tempat yang dinyatakan aman dari COVID-19 oleh pemerintah setempat dan satgas COVID-19 dapat melaksanakan Solat Idul Adha di Masjid/Mushalla dengan menjalankan protokol kesehatan ketat. Sedangkan daerah yang menjalankan protokol kesehatan diminta untuk tidak melaksanakan salat di Masjid/Mushalla atau lapangan.

Hal yang sama juga disuarakan oleh Muhammadiyah melalui Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Syamsul Anwar.

“Mereka (masyarakat terdampak Covid-19) sangat perlu santunan karena tidak ada pemasukan sama sekali,” katanya.

“Agama tidak hanya dilaksanakan secara harfiah. Ini Idul Kurban kita berkurban, tapi agama juga dilaksanakan dengan pikiran rasional dan kepekaan nurani,” kata Syamsul Anwar. (red)

Spread the love

Comment here