Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

NU Tumbuh Semakin Besar karena Jasa Para Muassis

Jakarta, Dakwah NU
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf menyampaikan Nahdlatul Ulama tidak hanya besar, namun “tumbuh semakin besar”.

“NU itu sangat besar. NU itu separuh dari seluruh penduduk muslim se-Indonesia, itu separuhnya ngaku NU. Jadi jika orang Islam Indonesia itu 240 juta, NU itu 120 juta. Ini melebihi penduduk Mesir Pakistan. Sehingga jika kita mau mendirikan negara sendiri ya berhasil. Ini MasyaAllah. Tidak hanya itu, jika dilihat dari sejarah, NU itu tidak hanya besar tapi semakin tambah besar,” ujarnya.

Pertama kali, di tahun 1955, masyarakat NU hanya sekitar 18% dari seluruh penduduk Indonesia. Lalu disurvei tahun 2019, masyarakat yang ngaku ikut NU itu 50,7% dari seluruh warga Indonesia.

“Di situ terlihat, NU tidak hanya besar tapi semakin besar,” tandasnya.

Kemudian beliau menjelaskan, yang membuat NU besar itu ya karena NU memang gawokno. Perkara uang tidak begitu punya, kuasa juga tidak punya, paling atas ya duta besar, yang lain ya paling bupati. Lalu bagaimana bisa semakin besar? Apalagi, jika ditarik dalam zaman orde baru, orang yang sejatinya NU itu tidak berani mengakui. Selama 32 tahun, orang yang ngaku NU tidak bisa bekerja. Jadi pegawai tidak bisa, mau jadi swasta tidak bisa dapat proyek. Namun, tetap bisa bertambah banyak.

“Lha ini ajaib. Kemarin Rais Aam kiai Miftach belum lama pergi ke Mesir bertemu dengan para ulama Al Azhar. Beliau bercerita bahwa NU itu jam’iyah yang ajaib. Yang aneh, tidak bisa diakal, kok bisa jadi besar. Al Azhar aja itu jutaan, di Mesir saja. Tapi tidak bisa jadi harakah, jam’iyah seperti NU,” jelasnya.

Atas hal ini, Gus Yahya menekankan, besarnya NU itu dari jasanya pada kiai, seperti Kiai Abdul Hamid, kiai Shodiq, dan yang lain. Para kiai yang istiqomah nungguin pondok mengajar ke santri ke masyarakat. Menurutnya, gus-gus muda itu bisa ‘ngiyai’ ya memang dapat lungsuran keramatnya para sesepuh.

“Semua dari atas (sesepuh), jadi kalau bicara NU itu ya bisa ede karena atas atasnya. Karena keramatnya Mbah Hasyim Mbah Wahab, Mbah Bisri dan Mbah Maksum. Maka saya bicara seperti ini bisa didengarkan ya karena saya ancik ancik maesane Mbah Hasyim. Anda kan tidak tau ketumnya siapa, yang penting NU. MasyaAllah. Coba saya pidato gaada acara apa-apa, tidak ada yang mau mendengarkan,” ujarnya.

Oleh karena itu, Gus Yahya menekankan, hal ini harus jadi pengingat kepada siapapun. “Kita bisa gini karena orangtua”. Beliau mengungkapkan, jika tidak pernah ikut Mbah Ali dan Gus Dur serta bukan anaknya Mbah Kholil Bisri mungkin, dirinya tidak laku jadi kiai.

“Ini terkadang saya sebut karena sudah lama teman-teman itu tidak begitu ingat masalah ini. Kepenak berhak terus dipakai sendiri, ini pengingat untuk kita semua. Sudah, harus dihentikan bagi kita, termasuk menghentikan eksploitasi kuburan Mbah Mbah. Perlu terang-terangan supaya untuk pengingat,” terangnya.

Hal ini beliau sampaikan, sebab terkadang maesan (nisan) disewakan buat pilkada, pilpres. Ini luar biasa. Saking larisnya Maesan, yang antri banyak, seperti maesan milik Mbah Hasyim Mbah Wahab. Kadang-kadang yang menyewakan itu, seperti makelar kayu, ditawarkan langsung saja, padahal bukan punyanya.

“Ini penting, saya ingatkan mumpung saya ketua umum. Mari kita hentikan kita selama ini yang sering menyewakan maesannya para sesepuh,” jelasnya.

NU dibuat untuk Kemaslahatan Umat
Dalam haul ke-83 Mbah Moenawwir Pondok Pesantren Krapyak itu, Gus Yahya juga mengungkapkan semua besarnya NU itu yang dinikmati hari ini, itu berasal dari tanaman baiknya para sesepuh.

“Para sesepuh itu kalau nanam, itu tiada maksud selain hanya untuk kemaslahatan umat yang disenangi. Kalau cuma untuk surga, ya ibadah beliau sudah cukup. Begitu juga para sesepuh lain, Mbah Ali Mbah Hasyim itu butuh masuk surga ya sendiri, tidak usah buat NU. Ngapain repot-repot. Buat kayak gini ya hanya untuk umat kita semua,” jelasnya.

Dalam syi’irnya, Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari menyebut, “Antaranya saya (Hasyim Asy’ari) kepada kalian semua yang mau ikut NU hingga hari kiamat, ada hubungan cinta yang jadi rahasia alam”.

Kadang-kadang, hal ini tidak masuk akal, tidak bisa dilacak. Orang kok bisa cinta NU itu ada rahasianya. Tidak lain disebabkan Mbah Hasyim, karena beliau ruh-ruh manusia pada asih-asihan sejak Allah belum menciptakan lempungnya Nabi Adam.

“Ruh-ruh kita itu sudah asih-asihan. Sehingga dari asihnya Mbah hasyim ke kita semua buat NU. Jadi kita harus bisa mengembalikan maslahatnya NU buat orang-orang itu dicintai para muassis,” pungkasnya. (fbr)

Spread the love

Comment here