Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Aswaja NU

Ngaji Kitab Risalah Ahlissunah wal Jama’ah Karya Hadlratus Syaikh Muhammad Hasyim Asy’ari 66

Hasyim Asy'ari

Kediri, Dakwah NU

قال المؤلف رحمه الله تعالى:
وقد حدث في آخر أيام الصحابة خلاف القدرية من معبد الجهني وأتباعه، وتبرأ منهم المتأخرون من الصحابة كعبد الله بن عمر وجابر وأنس ونحوهم رضي الله عنهم أجمعين.

Pada akhir masa sahabat, terjadi penyimpangan golongan Qodariyyah dari Ma’bad al-Juhani dan para pengikutnya, para sahabat muta’akhirin seperti Abdullah bin Umar dan Jabir, Anas bin Malik -semoga Allah merahmati mereka- membebaskan diri dari mereka.

Catatan:

  1. Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam, tidak ada perselisihan dan perpecahan di kalangan umat Islam. Karena jika ada perselisihan maka akan langsung dapat ditanyakan kepada Rasulullah, dan ketika itu wahyu juga masih turun.
  2. Bibit-bibit perpecahan sudah mulai terjadi setelah Rasulullah shallallahu alayhi wasallam wafat. Berawal dengan perbedaan pendapat tentang pengganti Rasulillah, perbedaan pendapat tentan tempat pemakaman Rasulullah, munculnya orang-orang murtad, orang-orang yang enggan membayar zakat dan lainnya, namun semuanya bisa diselesaikan oleh Abu Bakr as Shiddiq radhiyallahu ‘anhu.

Perpecahan umat Islam kembali muncul pada pertengahan pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan. Fitnah terhadap sayyidina Utsman disebarkan secara massif sehingga berakhir dengan demo besar terhadap sayyidina Utsman dan beliau terbunuh dalam insiden tersebut.

Dalam masa pemerintahan sayyidina Ali kondisinya semakin memburuk. Terjadi perang saudara di tengah umat Islam, di antaranya perang Shiffin, perang Jamal dan perang Nahawand.

Peperangan ini memunculkan friksi-friksi dan aliran dalam akidah seperti Syiah dan Khawarij.

Syiah adalah kelompok yang mengklaim sebagai pendukung dari sayyidina Ali, tetapi sayyidina Ali bukan bagian dari kelompok ini. Mereka berlebihan dalam memuji sayyidina Ali bin Abi Thalib, bahkan sebagian ada yang memepertuhankannya.

Khawarij adalah kelompok yang mengkafirkan semua sahabat yang melakukan tahkim dan yang setuju dengannya. Mereka mengkafirkan sayyidina Ali, Mu’awiyah, Abu Musa Al Asy’ari, Amr ibn Ashh dan semua sahabat yang menyetujui tahkim.

Bersambung..

والله اعلم بالصواب

Oleh : Dr. KH. Asy’ari Masduki, S.HI., MA
Pengasuh Majlis Ta’lim Baitul Iman – PP Syahamah Kediri, Aswaja NU Center Kab Kediri dan Pengurus LDNU Kediri Jawa Timur

Abdus Saleh Radai
Spread the love

Comment here