Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Aswaja NU

Ngaji Kitab Risalah Ahlissunah wal Jama’ah Karya Hadlratus Syaikh Muhammad Hasyim Asy’ari 65

Hasyim Asy'ari

Kediri, Dakwah NU

قال المؤلف رحمه الله تعالى:
قال الإمام أبو منصور بن طاهر التميمي في شرح هذا الحديث: قد علم أصحاب هذه المقالات أنه صلى الله عليه وسلم لم يرد بالفرق المذمومة المختلفين في فروع الفقه من أبواب الحلال والحرام، وإنما قصد بالذم من خالف أهل الحق في أصول التوحيد، وفي تقدير الخير والشر، وفي شروط النبوة والرسالة، وفي موالاة الصحابة وما جرى مجرى هذه الأبواب، لأن المختلفين فيها قد كفر بعضهم بعضا بخلاف النوع الأول، فإنهم اختلفوا فيه من غير تكفير ولا تفسيق للمخالف فيه، فيرجع تأويل الحديث في افتراق الأمة إلى هذا النوع من الإختلاف.

Imam Abu Manshur bin Thohir al-Tamimi dalam menjelaskan hadits ini mengemukakan: Sungguh orang–orang yang memiliki perbedaan-perbedaan pendapat itu mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam tidak bermaksud kelompok yang tercela itu ditujukan kepada golongan yang berselisih dalam furu’ fiqih yang berkaitan dengan hukum halal dan haram.

Tetapi mereka menyadari bahwa yang dikehendaki oleh Nabi adalah mencela seseorang yang menentang dan keluar dari Ahlu al-Haq di dalam permasalahan dasar-dasar Tauhid, di dalam menetapkan perbuatan baik dan buruk, di dalam memberikan batasan-batasan/syarat-syarat kenabian dan kerasulan, dan juga di dalam masalah bagaimana mencintai para sahabat, dan hal apa saja yang berkaitan dengan masalah-masalah tersebut di atas.

Karena mereka yang berselisih dan berbeda pendapat dalam masalah-masalah ini bisa saling mengkafirkan satu dengan yang lain. Berbeda dengan ikhtilaf yang terjadi pada kelompok pertama. Mereka berbeda pendapat dalam masalah-masalah fiqih tanpa mengkafirkan yang lain dan tanpa menfasiq-kan kelompok lain yang berbeda pendapat. Oleh karena itulah pentakwilan hadits tentang perpecahan umat kembali pada jenis perselisinan ini (dalam akidah).

Catatan:
Konteks hadits tentang iftiroq al ummah (perpecahan umat) adalah dalam permasalah ushul aqidah (prinsip-prinsip akidah), bukan dalam masalah furu’ (cabang-cabang akidah dan fiqih). Perbedaan pendapat dalam masalah fiqih seperti yang terjadi di antara empat madzhab tidak menjadikan madzhab-madzhab yang saling bertentangan keluar dari golongan Ahlussunah wal Jama’ah.

Perbedaan pendapat dalam agama ada dua, yaitu:Pertama, Perbedaan pendapat dalam ushul aqidah (dasar-dasar akidah) Orang atau kelompok yang menyimpang dari Ahlussunah wal Jama’ah dalam masalah ini maka mereka sudah keluar dari golongan Ahlussunah wal Jama’ah.

Kedua, Perbedaan pendapat dalam furu’ (cabang-cabang akidah maupun fiqih) seperti perbedaan di antara para ulama Mujtahid. Perbedaan pendapat dalam fiqih adalah hal yang ditoleransi, tidak menjadikan kelompok-kelompok yang berbeda pendapat keluar dari golongan Ahlussunah wal Jama’ah.

Oleh : Dr. KH. Asy’ari Masduki, S.HI., MA
Pengasuh Majlis Ta’lim Baitul Iman – PP Syahamah Kediri, Aswaja NU Center Kab Kediri dan Pengurus LDNU Kediri Jawa Timur

Abdus Saleh Radai
Spread the love

Comment here