Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Munas-Konbes 2021, Kiai Said: NU Perhatikan Keselamatan dan Kesehatan Jam’iyyah

Jakarta, Dakwah NU
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siroj mengatakan penyelenggaraan Munas dan Konbes NU tahun ini sangat mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan jamaah.

Hal ini beliau sampaikan saat memberikan sambutan dalam pembukaan Munas dan Konbes Nahdlatul Ulama pada Sabtu, 25 September 2021 bertempat di di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat.

“Pertimbangan keselamatan dan kesehatan jamaah adalah kaidah tertinggi jam’iyah dalam menjalankan roda organisasi di tengah situasi pandemi. Tidak ada maksud lain terkait design waktu konsep penyelenggaraan musyarawah ini, selain komitmen mengawal salah satu pilar maqosiduh syariah atau hifdzun nafs,” ujar Kiai Said.

Sebab, NU telah kehilangan ratusan kiai dan pengasuh pesantren selama pandemi. Menurut Kiai Said, hal ini musibah besar bagi NU dan kerugian besar bagi umat islam. Oleh karena itu, NU harus menjadi teladan dalam ikhtiar untuk memutus rantai penularan.

“Kita wajib berikhtiar menjaga dan melindungi para Kiai, Masyayikh, pengurus dan warga Nahdliyyin dengan disiplin menjalankan prokes dalam kegiatan pribadi maupun organisasi,” ujarnya.

Kemudian, beliau menjelaskan Munas dan Konbes tahun ini, selain memutuskan pelaksanaan Muktamar juga akan membahas beberapa masalah sosial keagamaan. Misalnya, hukum gelatin dan kripto.

Adapun materi Konbes akan dibagi ke dalam pengurus organisasi, program dan rekomendasi, antara lain membahas perlunya pemerintah berhati-hati dalam pengelolaan dana pemulihan ekonomi nasional, agar tepat guna dan sasaran. Jangan sampai dengan dalil pandemi, uang negara dihamburkan tanpa pertangungjawaban. Pemerintah juga perlu waspada dengan jumlah hutang yang naik pesat. Pengendalian hutang diperlukan agar Indonesia tidak terjerat dalam hutang di masa depan.

“Mari kita sukseskan Munas dan Konbes ini dengan suasana yang aman damai bermartabat keren. Tunjukkan kita organisasi yang matang dewasa, mari kita jaga nama baik dan besar Nahdlatul Ulama. Mari dengan azimah yang kuat, kita jaga kita junjung, martabat kemuliaan nama besar jam’iyah kita NU,” tandasnya.

Dukungan NU terhadap Pemerintah 
Dalam kesempatan tersebut, Kiai said juga mengatakan, NU mendukung sepenuhnya dan membersamai sepenuhnya langkah-langkah pemerintah dalam mengatasi pandmi dari hulu hingga hilir.

Dari sisi hulu, misalnya, penerapan prokes tidak boleh kendor. Sebab mmenurut keterangan epidemiologi berdasarkan kurva lonjakan diperkirakan akan terjadi gelombang ketiga di bulan Desember.

“Dari sini NU mendukung percepatan vaksinasi agar segera terbentuk kekebalan komunitas,” ujarnya.

Sedangkan dari sisi hilir, NU merekomendasikan agar pemerintah memperbaiki sistem kesehatan Nasional dengan meningkatkan keandalan peralatan kesehatan, rumah sakit dan puskesmas.

Kemudian, juga mengurangi kesenjangan distribusi fasilitas dan alat kesehatan, serta memperkuat ekosistem kesehatan kemandirian farmasi, penambahan dokter dan produksi alat kesehatan.

“Saat ini hampir 94% produk alat kesehatan (alkes) yang beredar adalah produk impor. Ini menandai rapuhnya sistem kesehatan Nasional,” jelas Kiai Said.

Menurut Kiai Said, pandemi hanya bisa diatasi dengan sinergi, kerjasama pemerintah dan masyarakat. Saat masyarakat harus disiplin, maka pemerintah juga fokus menggalakkan vaksinasi dan memperbaiki ekosistem kesehatan.

“Pemerintah perlu membatasi akses masuk tenaga kerja asing sampai situasi terkendali. Di sisi lain, masyarakat tidak boleh eforia, dengan berbagai pelonggaran kegiatan. Kita harus waspada akan adanya lonjakan gelombang ketiga,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga tidak boleh lengah dengan potensi ancaman sosial politik dalam negeri. Sebagaimana dilansir BNPT, aksi terorisme masih hidup dan aktif merekrut melalui medsos melalui pandemi.

“NU mengapresiasi kinerja aparat yang melumpuhkan sel-sel JIL dan JAT. Aparat melumpuhkan ini dengan menangkap. Ini bagian dari ikhtiar melindungi jiwa raga bangsa dari ancaman dan paparan jihadisme. NU juga Mendesak pemerintah untuk menindak tegas aksi kelompok kriminal di distrik pegunungan bintang. Negara tidak boleh kalah oleh aksi brutal yang membunuh tenaga kesehatan,” pungkas Kiai Said. (fbr)

Latest posts by Abdullah Faqihuddin Ulwan (see all)
Spread the love

Comment here