Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Hikmah

Mengenal Hikmah Peristiwa Isra’ Mikraj

Mengenal Hikmah Peristiwa Isra’ Mikraj
Oleh : Kiai Amin Ahsan Abdurrohman
(Anggota Majelis Keluarga Pondok Peaantren Darurrohman Murombuh Kwanyar Bangkalan)

Perjalanan Isra’ dan Mikraj Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam merupakan peristiwa penting sekaligus mukjizat Nabi Muhammad. Isra dan Mikraj adalah perjalanan Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerussalem Palestina (Isra) kemudian dilanjutkan menuju Sidratul Muntaha (Mikraj). Dalam sejarah peristiwa tersebut terjadi pada tahun 621 M.

Peristiwa Isra dan Mikraj disebutkan dalam Al-Quran di dua surat yang berbeda. Dalam Surat Al Isra ayat 1 menjelaskan tentang peristiwa Isra atau perjalanan suci Nabi Muhammad SAW pada malam hari bersama malaikat Jibril dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di Yerussalem Palestina.

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

“Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat”. (QS. al-Isra: 1)

Sedangkan Mikraj Nabi Muhammad Saw diveritakan dalam al-Quran surat An-Najm ayat 13-18;

وَلَقَدْ رَءَاهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ

Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,


عِندَ سِدْرَةِ ٱلْمُنتَهَىٰ

(yaitu) di Sidratil Muntaha.

عِندَهَا جَنَّةُ ٱلْمَأْوَىٰٓ

Di dekatnya ada surga tempat tinggal,

إِذْ يَغْشَى ٱلسِّدْرَةَ مَا يَغْشَىٰ

(Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.

مَا زَاغَ ٱلْبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ

Penglihatannya (muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.

لَقَدْ رَأَىٰ مِنْ ءَايَٰتِ رَبِّهِ ٱلْكُبْرَىٰٓ

Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.

Hikmah Isra’ dan Mikraj Nabi

Terdapat beberapa hikmat dalam peristiwa Isra’ dan Mikraj Nabi Muhammad antara lain adalah;

  1. Rekreasi
    Pada saat itu Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam sedang dilanda kesedihan gunda gulana karena baru saja ditinggal mati oleh kedua orang yang sangat ia cintai, yaitu pamannya yang benama Abu Thalib dan sang istri tercintanya yaitu Siti Khadijah. Maka Nabi Muhammad diajak refreshing lewat peristiwa Isra’ dan Mikraj ini.
  1. Hadiah untuk Langit
    Langit merasa cemburu kepada bumi karena bumi ditempati jasadnya Nabi Muhammad. Akhirnya Nabi di-Mi’rajkan oleh Allah ke langit sebagai hadiah untuk penduduk langit.
  1. Untuk bisa Wushul butuh kepada Mursyid
    Dalam perjalanan Isra’ Mikraj untuk bisa sampai kepada Allah, Nabi Muhammad tidak berjalan sendiri tetapi ada penunjuk jalannnya yang menemaninya yaitu malaikat Jibril.Demikian juga seseorang yang menjalani suluk atau thariqah harus memiliki mursyid,  seorang guru yang bisa menunjukkan cara untuk bisa sampai wushul kepada Allah Subhanahu wata’ala.
  1. Hadiah Shalat
    Shalat lima waktu hanya diberikan umat Muhammad. Shalat adalah Mikrajnya orang-orang mukmin

Penjelasan diatas diambil dari petikan hataman kitab Ad-Dardir ‘ala Qishotil Mikraj karya Syaikh Abul Barakat Ahmad bin Muhammad al-Khalwati yang diselenggarakann di Musholla Pondok Pesantren Darurrohman Murombuh Kwanyar Bangkalan.

Murombuh, 27 Rajab 1443 H

Abdus Saleh Radai
Spread the love

Comment here