Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Internasional

Menelisik Perkembangan Dakwah Islam di Belgia bersama Ayang Utriza

Jakarta, Dakwah NU
Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) menyelenggarakan Dialog Keagamaan edisi ketiga bersama Dosen Postdoc UCLouvain Belgia, Ayang Utriza Yakin. Sebagaimana tajuk kegiatan kali ini, ia menceritakan Seputar Dakwah dan Perkembangan Islam di Belgia. Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual pada Ahad 4 Oktober 2020.

Selain Dosen Postdoc UCLouvain Belgia, Ayang Utriza yang akrab disapa Riza ini merupakan Dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang menetap di Belgia. Riza juga menguasai delapan bahasa, diantaranya bahasa Prancis, Arab, Inggris, Jawa, Sunda, Minangkabau, Belanda, Jerman, dan Persia.

Menurutnya, Belgia tidak sama dengan Perancis. Negara ini merdeka pada tahun 1830, kemudian menerapkan sistem ideologi yang biasa dikenal Netralis, artinya negara tidak ikut campur pada urusan internal agama, akan tetapi memberi bantuan kepada kegiatan keagamaan. Seperti membayar guru agama, membantu pembangunan administrasi masjid dan sebagainya.

Ayang Utriza saat menjadi Narasumber dalam acara Dialog Agama bersama LD PBNU

“Belgia tidak sama dengan Perancis. Belgia mengakui semua agama,” ungkapnya saat menjadi narasumber dalam acara Dialog Keagamaan.

Agama-agama di Belgia yang diakui sebagai bagian daripada agama resmi seperti agama Katolik diakui pada tahun 1802, Protestan diakui pada tahun 1802 , dan Yahudi diakui pada 1808.

Menurut Wakil Lembaga Takmir Masjid PBNU, agama diakui berdasarkan 3 prinsip. Yakni; persamaan dan anti diskriminasi, kebebasan beragama dan berpendapat, terakhir agama bebas dari camput tangan negara. Riza menyampaikan bahwa setiap agama yang sudah diakui di Belgia akan mendapat bantuan hukum dan bantuan materiil, seperti bayaran guru agama, dan masih banyak yang lainnya.

Dosen Fakultas syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menceritakan masuknya Islam di Belgia, kapan dan bagaimana sejarahnya. Islam di Belgia baru diakui sebagai agama resmi pada tahun 1974, yang mana Islam masuk pada abad 20 setelah perang dunia ke-2.

Riza juga menyebutkan bahwa Islam masuk Belgia dibawa oleh para Imigran Turki dam Maroko yang menjadi pekerja di Belgia. Yang mana para pekerja saat itu membutuhkan tempat ibadah dan makanan halal.

“Agama islam masuk di belgia itu melalui pekerja. Ada 4 Negara yang berpengaruh pada perkembangan Islam di Belgia,” tuturnya

Selain kedatangan Imigran Turki dan Maroko pada tahun 1964, juga mulai berdatangan Imigran dari Tunisia pada tahun 1968 dan Aljazaria pada tahun 1970. Pada tahun itu sumber daya manusia di Belgia untuk mengelola Perusahaan Tambang membutuhkan banyak pekerja. Maka di datangkan Imigran dari ke 4 negara tersebut.

Awalnya penduduk muslim di Belgia pada tahun 1924 kurang lebih 5.000 orang, dan kini pada tahun 2020 mencapai 600.000 orang. Pertumbuhan yang sangat cepat. Akan tetapi menurut data, 4000 diantaranya ialah menganut Islam yang Fundamentalis 1.200 dari bagian tersebut radikal dan berbahaya, dapat menimbulkan aksi-aksi terorisme.

Selain itu kebudayaan masyarakat muslim Belgia ialah tidak jauh dari kebudayaan Turki dan Maroko, yang mana berpengetahuan Sunni suka dengan Tasawuf dan Thariqah.

“Di Belgia sama kaya di Indonesia banyak sekali kelompok-kelompok agama Islam,” ungkapnya menegaskan

Menurut Direktur Yayasan Ar-Raudhah Di Belgia sendiri ini terdapat 3 kelompok Muslim di Belgia, yakni gerakan Transnasional pemurnian islam Salafi dan Wahabi dan Ikhwanul Muslimin gerakan Transnasional Politik, dan yang ke 3 ada Hidzbut tahrir.

Menurut Riza, selain kelompok transnasional, di Belgia juga terdapat kelompok yang suka dengan tassawuf dan thariqah. Seperti tarekat Naqsyabandi Haqqani, tarekat rifai, dan masih banyak yang lainnya. (Ahn)

*Marina Syelsyela (Mahasiswi Univ Negeri Jakarta)

Spread the love

Comment here

Dakwah Nusantara

Dakwah Ramah, Dakwahnya Ahlusunnah wal Jama'ah an-Nahdliyyah