Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Majelis Ta’lim Thariqul ‘Izzah Mataram Binaan LDNU NTB Berikan Santunan Anak Yatim

Mataram, Dakwah NU
Jamaah Majelis Ta’lim Thariqul ‘Izzah Mataram sebagai Binaan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (NTB), memberikan santunan anak yatim dalam rangka hari ‘Asyura 1443 Hijriyah. Kegiatan serentak dilaksanakan  di tiga belas titik yang tersebar di wilayah Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Tengah, Kamis, (19/08) hari ini.

Pimpinan Majelis Ta’lim Thariqul ‘Izzah Mataram sekaligus Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) NTB, KH. Agus Gustiwang Saputra, menyampaikan bahwa kegiatan ini, merupakan bentuk syukur dan himmah dalam melestarikan hazanah budaya islam yang melekat pada kehidupan masyarakat, serta mengautkan aqidah ahlussunnah wal jamaah.

Kyai Agus Gustiwang, menjekaskan pula bahwa “LDNU NTB pun mengedukasi masyarakat untuk benar-benar mengapresiasi HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-76 dan Hari Asyura sebagai lebaran anak yatim degan membuat tek khutbah khusus yang dimohon oleh Ketum PWNU NTB Prof DR. TGH Masnun Tahir, M.Ag dapat menjadi panduan khutbah jumat untuk tujuan dimaksud.”

Santunan di Dusun Bongor Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat

Momentum Muharram kali ini, segenap pengurus Majelis Ta’lim Thariqul ‘Izzah Mataram dan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) NTB, memberikan santunan anak yatim dan dhuafa yang sejatinya adalah warga binaan Majelis Ta’lim Thariqul ‘Izzah Mataram, yang tersebiar di tiga wailyah, Kyai Agus Gustiwang, menjelaskan.

“Tahun baru 1443 Hijriyah ini, anak yatim yang akan disantuni berasal dari tiga kabupaten dan kota, yakni  Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat (Desa Bongor Kecamatan Gerung, Kecamatan Labuapi) dan Lombok tengah (Desa Ungga Kecamatan Praya Barat Daya), alhamdulillah distribusinya makin luas dan insyaallah makin berkah,” ujarnya.

Muharam adalah bulan pertama dalam penanggalan Hijriyah. Muharram berasal dari kata haram yang artinya suci atau terlarang,  ‘diharamkan’ atau ‘dipantang’, yaitu dilarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah. Tanggal 1 Muharram adalah hari Tahun Baru dalam agama Islam. Muharram merupakan bulan yang mulia dalam pandangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia memiliki berbagai keutamaan dan mempunyai sejarah penting dalam sejarah umat Islam.

KH. Agus Gustiwang Saputra, memberikan secara langsung santunan di pinggir jalan di alam terbuka di depan pesawahan

Kyai Agus Gustiwang, juga mengatakan bahwa kegiatan santunan ini juga sebagai bentuk sosialisasi amaliah-amaliah yang terkandung dalam ajaran islama ahlussunnah wal jamaah, ditengah serbuan dan maraknya faham-faham radikal yang berusaha menghilangkan jejak langkah warisan para ulama dalam mengamalkan fadilah dan keutamaan yang terkandung di dalam bulan Muharram.

Semoga ikhtiar ini bermanfaat bagi anak-anak yatim yang telah kita bantu, dan menjadi amal jariyah bagi kita sebagai wasilah terselenggaranya kegiatan ibadah ini. tutup Kyai Agus Gustiwang Saputra, Pimpinan Majelis Ta’lim Thariqul ‘Izzah Mataram sekaligus Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) NTB. (ASR)

Abdus Saleh Radai
Spread the love

Comment here