Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Seni BudayaTasawuf

Ma Ladzatul ‘Aisy (Tiada Kenikmatan Hidup)

Ma Ladzatul ‘Aisy (Tiada Kenikmatan Hidup)

Jakarta, LD-PBNU
Puisi, bagi sebagian para pecinta adalah sarana ekspresi cinta suci (al-Hub al-‘Uzdri) kepada kekasih, seperti ekstase, kerinduan, dan kesatuan mistikal dengan yang dikagumi. Namun, menurut seorang Sufi agung dari Andalusia, Abu Madyan al-Ghauts, puisi tidak sekedar untaian kata ekspresif, tetapi merupakan simbol-simbol irfani yang menyatu dalam kesyahduan cinta Ilahi (al-Hub al-Ilahi).

Untuk menggapai kenikmatan hidup, seorang salik dalam pengembaraan cinta ilahi hendaknya selalu membersamai para fakir ilahi, karena mereka sejatinya adalah para sultan, para tuan, dan para penguasa. Dengan Qosidah (puisi panjang) yang berjudul Ma Ladzatul ‘Aisy, Abu Madyan al-Ghauts menyajikan hidangan sufistik khas Andalus, yang memiliki perbedaan dalam memaknai cinta ilahi dengan epistemologi sufisme Timur.

Siapakah Abu Madyan al-Ghauts? Apa itu kenikmatan cinta ilahi? Siapakah yang dimaksud dengan para fakir ilahi, para sultan, dan para penguasa itu? Bagimana corak sufisme Andalus yang terletak di kawasan Barat dunia Islam? Mari kita simak bersama ulasannya bersama Kang Idris Soleh @kangzarruq setiap bakda Ashar di bulan suci Ramadhan ini. (ASR)

KH. Idris Sholeh, Lc.
Pengurus Lembaga Dakwah PBNU
Kepala MA PP. Luhur Al Tsaqafah

Abdus Saleh Radai
Spread the love

Comment here