Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Logo dan Tagline Hari Santri 2021

Jakarta, Dakwah NU
Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah membuka rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2021 dengan memperkenalkan logo dan tagline terpilih.

“Kita mengawali dengan memperkenalkan logo dan tagline Hari Santri 2021. Kita membuka peringatan hari santri ini dengan rangkaian-rangkaian yang akan kita ikuti selama dua bulan dari sekarang,” tutur Ketua RMI PBNU KH Abdul Ghaffar Rozin dalam konferensi pers Kick-Off Hari Santri 2021, Rabu (8/9/21).

Menurut Kiai yang akrab disapa Gus Rozin itu, logo hari santri tahun ini merupakan hasil dari kompetisi yang diadakan RMI PBNU. Logo bergambar air jernih yang menetes, melambangkan air yang memberi kesejukan, kesegaran dan menjadi sumber kekuatan.

Logo ini menegaskan bahwa santri dan pesantren telah dan terus memberi kesejukan bagi kehidupan bangsa negara memalui Islam rahman lil alamin.

“Santri dan pesantren juga telah terbukti menjadi kekuatan besar bagi negara mulai dari resolusi jihad hingga saat ini. Air adalah sumber kehidupan, air yang menetes yang menjadi logo Hari Santri ini melambangkan bahwa santri adalah sumber inspirasi dan kehidupan,” jelasnya.

Kemudian, Gus Rozin menjelaskan, di bawah logo terdapat tagline bertumbuh, berdaya dan berkarya. Tagline ini menggambarkan karakteristik dan nilai pesantren yang terus “bertumbuh” sejak 1400 M. Terus berdiri dan tumbuh secara kualitatif maupun kuantitatif, bertumbuh mengarungi sejarah.

Pesantren “berdaya” secara nilai tradisi tata kelola dan ekonomi. Pesantren mandiri secara politik serta memiliki tugas untuk memberdayakan lingkungan pesantren dan negara.

Pesantren dan para santri terus “berkarya” seperti lahirnya kitab-kitab baru yang dikarang para kiai dan santri. Namun, menurut Gus Rozin, karya ini perlu dikembangkan.

“Saat ini santri perlu terus didorong untuk berkarya di bidang-bidang lain. Santri perlu didorong untuk berkarya di bidang ekonomi, teknologi, dan tidak ada batas untuk santri berkarya,” tegas Gus Rozin

Pada tahun ini, lanjutnya, pesantren sudah harus berkembang, pesantren dan santri sudah harus berpikir ke depan. Tidak hanya berkutat pada persoalan kesehatan, tapi sudah harus berpikir pasca pandemi Indonesia pasca krisisi ekonomi dan kesehatan.

“Kita harus menjadi bagian dari kembali membangkitkan indonesia,” jelasnya. (fbr)

Spread the love

Comment here