Lirik Syiir Tanpo Waton dan Makna {Sholawat Gus Dur}

Lirik Syiir Tanpo Waton dan Makna – Syiir tanpo waton atau yang lebih dikenal dengan sholawat Gus Dur adalah salah satu syiir yang populer di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

Syiir ini sering diputar di masjid-masjid atau mushola sebelum waktu sholat lima waktu, terutama sholat maghrib dan subuh. Syiir ini menggunakan bahasa Jawa dan mengandung pesan, makna, dan nasehat yang dalam bagi siapa saja yang mendengarkan dan meresapinya.

Siapa Pengarang Syiir Tanpo Waton?

Banyak orang yang mengira bahwa syiir tanpo waton adalah karya dari almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, mantan presiden RI yang juga tokoh ulama dan budayawan.

Namun, ternyata syiir ini bukan ciptaan Gus Dur, melainkan karya dari KH Mohammad Nizam As-shofa atau Gus Nizam, pengurus Pondok Pesantren Ahlus-Shofa Wal-Wafa di Sidoarjo. Gus Nizam adalah cucu dari KH Sahlan, seorang ulama besar dari Krian yang terkenal dengan amalan-amalan wirid tarekat.

Salah satu alasan mengapa banyak orang mengira bahwa syiir ini adalah karya Gus Dur adalah karena suara Gus Nizam yang melantunkan syiir ini sangat mirip dengan suara Gus Dur.

Selain itu, syiir ini juga mengandung nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan yang dianut oleh Gus Dur, seperti toleransi, pluralisme, dan cinta tanah air.

Apa Isi dan Arti dari Syiir Tanpo Waton?

Syiir tanpo waton berisi pujian kepada Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, dan para wali Allah. Syiir ini juga berisi nasehat-nasehat untuk umat Islam agar meningkatkan ilmu yang bermanfaat, amal yang sholeh, iman yang kuat, dan akhlak yang mulia. 

Syiir ini juga mengingatkan kita untuk tidak hanya belajar syariat secara formal, tetapi juga memahami hakikat dan maqamatnya. Syiir ini juga menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan kerukunan antar sesama muslim maupun antar umat beragama.

Berikut adalah video dan lirik syiir tanpo waton beserta artinya dalam bahasa Indonesia:

Lirik lagu Syi’ir Tanpo Waton Lengkap dengan Terjemahannya

Astaghfirullah robbal baroya
Astaghfirulloh minal khotoya
Robbi zidni `ilmannaafii’a
Wawaffiwni `amalan sholiha

Yaa rosulallah salammun’alaik
Yaa rofi’assyaani waddaaroji
Atfatayyajiirotal `aalami
Ya uhailaljuudi walkaromi

Aku memohon ampun kepada Allah Tuhan semesta alam
Aku memohon ampun dari segala dosa
Ya Allah tambahkanlah aku ilmu yang bermanfaat
Dan berilah aku taufik untuk beramal sholeh

Wahai Rasulullah salam sejahtera untukmu
Wahai pengangkat derajatku dan kedudukanku
Engkau adalah pelita bagi seluruh alam

Engkau adalah pemberi hidup bagi para mulia

Ngawiti ingsun nglaras syi’iran (aku memulai menembangkan syi’ir)
Kelawan muji maring Pengeran (dengan memuji kepada Tuhan)
Kang paring rohmat lan kenikmatan (yang memberi rohmat dan kenikmatan)
Rino wengine tanpo pitungan 2X (siang dan malamnya tanpa terhitung)

Aku memulai menembangkan syi’ir
Dengan memuji kepada Tuhan
Yang memberi rahmat dan kenikmatan
Siang dan malamnya tanpa terhitung

Duh bolo konco priyo wanito (wahai para teman pria dan wanita)
Ojo mung ngaji syareat bloko (jangan hanya belajar syari’at saja)
Gur pinter ndongeng nulis lan moco (hanya pandai bicara, menulis dan membaca)
Tembe mburine bakal sengsoro 2X (esok hari bakal sengsara)

Wahai para teman pria dan wanita
Jangan hanya belajar syariat saja
Hanya pandai bicara, menulis dan membaca
Esok hari bakal sengsara

Akeh kang apal Qur’an Haditse (banyak yang hapal Qur’an dan Haditsnya)
Seneng ngafirke marang liyane (senang mengkafirkan kepada orang lain)
Kafire dewe dak digatekke (kafirnya sendiri tak dihiraukan)
Yen isih kotor ati akale 2X (jika masih kotor hati dan akalnya)

Banyak yang hapal Qur’an dan Haditsnya
Senang mengkafirkan kepada orang lain
Kafirnya sendiri tak dihiraukan
Jika masih kotor hati dan akalnya

Gampang kabujuk nafsu angkoro (gampang terbujuk nafsu angkara)
Ing pepaese gebyare ndunyo (di dunia yang penuh gemerlap)
Iri lan meri sugihe tonggo (iri dan dengki dengan kekayaan tetangga)
Mulo atine peteng lan nisto 2X (maka hatinya gelap dan hina)

Gampang terbujuk nafsu angkara
Di dunia yang penuh gemerlap
Iri dan dengki dengan kekayaan tetangga
Maka hatinya gelap dan hina

Ayo sedulur jo nglalekake (ayo saudaraku mari kita tingkatkan)
Wajibe ngaji sak pranatane (kewajiban belajar dengan segala aturannya)
Nggo ngandelake iman tauhide (untuk meningkatkan iman tauhid kita)
Baguse sangu mulyo matine 2X (lebih baik darah mulia matinya)

Ayo saudaraku mari kita tingkatkan
Kewajiban belajar dengan segala aturannya
Untuk meningkatkan iman tauhid kita
Lebih baik darah mulia matinya

Kang aran sholeh bagus atine (yang bernama sholeh baik hatinya)
Kerono mapan seri ngelmune (karena mapan cahaya ilmunya)
Laku thoriqot lan ma’rifate (melakukan thoriqot dan ma’rifat)
Ugo haqiqot maning rasane 2X (juga haqiqot lagi rasanya)

Yang bernama sholeh itu baik hatinya
Karena mapan cahaya ilmunya
Melakukan thoriqot dan ma’rifat
Juga haqiqot lagi rasanya

Al–Qur’an qodim wahyu minulyo (Al-Qur’an adalah wahyu yang agung)
Tanpo tinulis biso diwoco (tanpa ditulis bisa dibaca)
Iku wejangan guru waskito (itu adalah nasihat guru sejati)
Den tancepake ing jero dodo 2X (ditanamkan di dalam dada)

Al-Qur’an adalah wahyu yang agung
Tanpa ditulis bisa dibaca
Itu adalah nasihat guru sejati
Ditanamkan di dalam dada

Kumantil ati lan pikiran (dibersihkan hati dan pikiran)
Mrasuk ing badan kabeh jerone (masuk ke badan semua porinya)
Mu’jizat Rosul dadi pedoman (mukjizat Rasul menjadi pedoman)
Minongko dalan manjinge iman 2X (menunjukkan jalan menuju iman)

Dibersihkan hati dan pikiran
Masuk ke badan semua porinya
Mukjizat Rasul menjadi pedoman
Menunjukkan jalan menuju iman

Kelawan Alloh Kang Moho Suci (bersama Allah Yang Maha Suci
Kudu rangkulan rino lan wengi (harus berdzikir siang dan malam)
Ditirakati diriyadohi (dilatih dan dijaga)
Dzikir lan suluk jo nganti lali (dzikir dan suluk sampai lupa)
Uripe ayem rumongso aman 2X (hidupnya tenang merasa aman)

Harus berdzikir siang dan malam
Dilatih dan dijaga
Dzikir dan suluk sampai lupa
Hidupnya tenang merasa aman


Dununge roso tondo yen iman (tempatnya adalah hati jika beriman)Sabar narimo najan pas – pasan (sabar menerima meskipun pas-pasan)
Kabeh tinakdir saking Pangeran (semua sudah ditakdirkan oleh Tuhan)
Lamun palastro ing pungkasane 2X (jika sudah sampai di akhirnya)

Tempatnya adalah hati jika beriman
Sabar menerima meskipun pas-pasan
Semua sudah ditakdirkan oleh Tuhan
Jika sudah sampai di akhirnya

Ora kesasar roh lan sukmane (tidak tersesat roh dan sukmanya)
Den gadang Alloh swargo manggone (diterima Allah surga tempatnya)
Utuh mayite uge ulese (utuh matinya juga selesai)
Syi’iran kulo sampun rampung 2X (syi’iranku sudah selesai)

Tidak tersesat roh dan sukmanya
Diterima Allah surga tempatnya
Utuh matinya juga selesai
Syi’iranku sudah selesai

Demikianlah mengenai Lirik Syiir Tanpo Waton: Makna dan Hikmah dari Sholawat Gus Dur.

Baca juga: