Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

LD PBNU Perkuat Pengkajian Tauhid dan Tasawuf Hingga ke Jerman

Bogor, Dakwah NU

Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) menggelar Rapat Kerja (Raker) di Hotel Graha Dinar Syariah Bogor, Jawa Barat, pada tanggal 16-17 Januari 2021. Dalam kesempatan tersebut, ketua Divisi Kajian dan Pengembangan, K.H Thobary Syadzily, turut menyampaikan laporan kegiatan yang telah dilaksanakan dalam satu periode kepengurusan.

Dalam acara yang dihadiri oleh seluruh pengurus LD PBNU itu, selain menyampaikan laporan kegiatan, Kiai Thobary juga menyebutkan program-program lain yang sedang direncanakan (akan datang). Program yang telah berjalan di antaranya kesuksesan beliau dalam berdakwah dan mengajak kelompok (non-NU) untuk bergabung ke ajaran Nahdlatul Ulama.

“Pada tanggal 5-7 Desember itu di Batam dipastikan darurat, karena disitu ada anak buah dari terduga teroris, bahkan dia ikut organisasi Papua. Dia cerita sama saya, dulu waktu menjadi anak buah dari terduga teoris, dia sering membunuh orang. Alhamdulillah berkat wasilah dari saya yang Allah diberikan, dia insaf sejenak. Alhamdulilah setelah saya bina, saya suruh mendirikan majelis sholawat,” jelasnya.

Selanjutnya, keberhasilan Kiai Thobary itu dijadikannya sebagai program dakwah, dengan mengadakan kajian tasawuf dan hadist. “Maka setiap bulan saya mengadakan kajian tasawuf dan tauhid langsung dengan kitabnya dan bahkan ada tafsirnya,” tuturnya.

Selain itu, beliau juga berhasil untuk memasukkan ajaran NU ke dalam masjid An-Nabawi, yang sebelumnya dipegang oleh kelompok lain.

“Pada bulan Juli itu ada masjid besar namanya An-Nabawi itu masjid itu sejak dulu, sampai 2018 wahabi, kemudian meminta saya untuk supaya dikuasai oleh NU, akhirnya, saya pengurus masjid tersebut kemudian saya bawa ke kantor PBNU, ketemu Abi dan yang lainnya. Dari situ hasilnya apa dikatakan itu Khotib Jumat dan kajian keislaman. Saya masukkan ke anggota divisi kajian juga. Alhamdulillah masjid tersebut berbalik menjadi ajaran ahlusunah wal jamaah an nahdliyah,” ujarnya.

Menurutnya, para jamaah masjid tersebut juga sangat tertarik ketika beliau menjelaskan kitab maulid. “Bahkan ketika saya mengajar kitab dan saya kaitkan dengan ketika itu Jumat, itu saya terangkan tentang kitab maulid mengambil beberapa kitab dan mereka tertarik jamaah,” jelasnya.

Lebih lanjut, beliau juga menerangkan mengenai pembangunan masjid di Jerman dan Papua, yang sebelumnya belum ada. Di Jerman, bahkan beliau juga mengadakan kajian keislaman di dubes PBNU, mendirikan kantor kajian, serta pembentukan banser.

“Ketiganya saya dapet telpon dari Jerman yaitu membantu, ingin mendirikan mushola atau masjid di sana, karena penduduk di sana itu 80% Kristen, Islam 20%, kasihan,” ujarnya.

“Alhamdulillah saya dakwah sampai sekarang, berkembang dan eksis. Bahkan saya juga mendirikan Banser, meskipun saya bukan Banser ya. Tapi karena di sana banyak orang Wahabi orang PKS, itu saya peduli supaya NU di sana itu lebih ke Banser,” Ia menambahkan.

Di akhir, Kiai Thobary menegaskan bahwa program selanjutnya, Ia akan tetap tetap mengadakan kajian tauhid dan tasawuf bekerjasama dengan beberapa instansi pemerintah serta akan tetap meneruskan dakwah ke Jerman.

“Insyaallah ini saya jadikan program LD NU. Tetap saya akan konsisten, saya akan kembangkan kajian tauhid dan tasawuf supaya orang-orang itu mau masuk NU,” tutupnya. (fqh)

Kontributor: Fadhilla Berliannisa
Editor: Faqih Ulwan

Spread the love

Comment here