Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Kiai AMA Kenang Sang Mutiara Nusantara KH Yasin Asymuni

Kyai AMA

Jakarta, Dakwah NU
KH. Yasin Asymuni, selain menghabiskan waktu hidupnya di pesantren yang ia bangun, Pondok Pesantren Pethuk Semen Kediri, ia juga mengabdikan hidupnya dengan ilmunya kepada organisasi Nahdlatul Ulama.

Nama Kiai Yasin Asymuni sangat di kenal dikalangan pesantren dan Nahdliyyin. Beliau sering menjadi mushohhih dalam kegiatan Bahtsul Masail, baik yang diselenggarakan antar pesantren atau Bahtsul Masail NU tingkat Wilayah dan Nasional.

Saya melihat keperibadiam Kiai Yasin Asymuni, Kiai yang lahir tahun 1963, selain dikenal Kiai yang alim atau saya menyebutnya ‘Allamah, beliau juga nampak sangat tawadhu. Itu terlihat dari tutur bahasanya yang lembut dan santun serta cara melayani tamu yang datang.

Kini, Kiai Yasin Asymuni, mutiara Nusantara dengan sejumlah ratusan karyanya itu, wafat meninggalkan kita semua, tepatnya hari Senin, habis Shubuh 11 Januari 2021.

Almaghfurlah, Kiai Yasin Asymuni memiliki banyak tulisan dalam bentuk kitab dan hampir tulisan beliau terdiri dari semua disiplin ilmu pengetahuan, dari akidah, fikih, akhlak dll. Tak heran jika dalam salah satu media, beliau disebut sebagai ” Sang Imam Suyuti dari Kediri”.
Imam As-Suyuti adalah ulama madzhab Syafi’i yang dikenal sangat produktif menulis kitab dari semua disiplin ilmu pengetahuan, mulai dari ilmu nahwu, fikih, akidah, kaidah fikih, ushul fikih, hadis, tafsir dan lainnya.

Tradisi menulis kitab seperti yang dilakukan Kiai Yasin Asymuni dimana jumlah karangannya sebanyak 233, menambah sederetan ulama Nusantara yang tergolong produktif menulis seperti halnya yang pernah dilakukan oleh Syaikh Nawawi Al Banteni dan sejumlah ulama Nusantara lainya.

Sekitar awal tahun 2000 saya sowan ke beliau. Habis Dzuhur menjelang Ashar saya ditemui beliau di ruang tamunya. Pada waktu itu, kebetulan tamu hanya saya seorang diri, jadi nampak lebih leluasa berbincang dan bercerita.

Setelah sungkem, saya dipersilahkan duduk di ruang tamu, sambil menatap wajah saya dengan pandangan teduh. Kiai Asmuni memulai pertanyaan, dari mana njenengan?, bertanya kepada saya dengan lembutnya, saya dari Madura Kiai , saya menjawabnya. Dekat dengan pesareanya Mbah Cholil?, Kiai Yasin menanyakannya, Iya tidak begitu jauh Kiai, demikian saya menjawabnya. Seperti lazimnya para Kiai luar Madura, ketika bertemu dengan orang asal Madura, kebanyakan menanyakan tentang Mbah Cholil Bangkalan Madura. Mbah Cholil Bangkalan Madura dikenal sebagai guru ulama Nusantara yang sekarang dzurriyahnya para santrinya, rata-rata menjadi pengasuh pondok pesantren.

Selanjutnya, beliau bertanya, mondok di mana? Saya menjawabnya, di Sidogiri Kiai. Setelah saya menjawab mondok di Sidogiri, Kiai Yasin Asymuni banyak bertanya tentang Sidogiri, termasuk materi pelajaran atau kurikulum yang ada di Sidogiri. Baguslah pondok Sidogiri, begitu kira-kira Kiai Yasin Asymuni menyebutnya.

Sebelum pamit, saya matur untuk mohon doa barokah sekaligus sanad ilmu darinya. Lalu beliau, Kiai Yasin berdiri mengambil salah satu kitab, seraya menyuruh saya untuk membacanya. Saya hanya diminta membaca muqoddimah (pembukaan) kitab yang beliau sodorkan ke saya, sakligus ikhtitam (baris akhir) dari kitab tersebut yang kemudian di tutup dengan doa oleh beliau. Semoga Allah merahmatinya dengan ilmu dan amalnya. Amin

Spread the love

Comment here