Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Korupsi Bertentangan dengan Prinsip Khoiru Ummah

Jakarta, Dakwah NU
Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP) Bidang Politik, Hukum, Keamanan dan HAM Dr. Rumadi Ahmad menjelaskan bahwa korupsi harus dipahami sebagai kejahatan. Sehingga penanganganya harus dengan luar biasa.

“Di Indonesia kejahatan luar biasa itu ada tiga, yaitu narkoba, terorisme dan korupsi. Bagi kita orang NU korupsi itu harus kita lihat sebagai pengkhianatan dari prinsip NU,” ujar Kiai Rumadi dalam acara Diskusi Panel Ahad, (20/6/21).

Prinsip-prinsip itu dikenal dengan khoiru ummah. Apabila masyarakat mengeksplorasi itu saja cukup, yaitu dengan menanamkan integritas. Misalnya kejujuran, orang yang apa diucapkan dan diperbuat harus sama.

Beliau menilai hal itu sudah sering disampaikan para dai tapi mungkin masih butuh penekanan. Orang yang melakukan korupsi, berarti dia mengkhianati, maka orang ini berarti melakukan penistaan terhadap agamanya.

“Tapi pelakunya ga pernah tersinggung bahkan banyak orang yang melakukannya dibungkus dengan seolah-olah melakukan menghalalkan sesuatu yang haram menyumbang untuk masjid dan lain-lain. Saya kira ke depan kita harus lebih sensitif,” tegasnya.

Selanjutnya, Kiai Rumadi mengatakan bahwa putusan-putusan NU terkait korupsi sudah banyak. Di antaranya saat Muktamar NU ke-30 di Ponpes Lirboyo, NU membahas isu status uang negara, acuan moral untuk menegakkan keadilan dan mencegah penyelahagunaan wewenang (KKN). Kemudian, dalam Muktamar ke-31 NU di Asrama Haji Donohudan, Solo yang menegaskan bahwa pemberian sesuatu untuk menjadi PNS dan semacamnya adalah suap (risywah) dan hukumnya haram. 

Para dai juga mempunyai tanggung jawab untuk mewujudkan putusan-putusan tersebut. Bahwa NU sebagai bagian terpenting dari negara ini tidak bisa tinggal diam melihat korupsi yang masih menjadi masalah besar negara.

“Dan sebagai tanggung jawab moral yang mengatakan bahwa Islam sangat antikorupsi maka itu harus dijauhi dari perilaku-perilaku kehidupan sehari. Pesantren terutama harus diberikan wawasan mengenai persoalan korupsi. Jadi jangan sampai ada lagi pesantren yang terbawa lagi korupsi karena tidak ada pengetahuan,” ujarnya.

“Jadikan agama sebagai rem untuk pencegahan korupsi. Maka dari itu waktu ceramah sampaikan itu,” pesan beliau. (fbn)

Spread the love

Comment here