Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

HikmahSyiar Islam

Kiat Sukses Berdakwah di Televisi oleh KH. Fuad Thohari

Jakarta, Dakwah NU
Pengurus Lembaga Dakwah PBNU, KH. Fuad Thohari berbagi kiat sukses berdakwah di televisi. Menurutnya, ada empat hal penting yang harus diperhatikan dai saat berdakwah di televisi baik siaran langsung maupun tapping (rekaman).

“Pertama penguasaan materi. Kedua gestur tubuh harus menarik sewaktu dilihat orang,” ungkapnya saat wawancara dengan tim Dakwah NU di kantor LD PBNU, Rabu (3/6).

Selanjutnya, saat berdakwah di televisi jangan merasa risih bila sebelum tampil di-make up terlebih dulu dan juga baju harus disesuaikan dengan studio, lighting. Faktor ketiga, vokal harus jelas termasuk saat melafalkan huruf seperti a, i, u, e, o. dan keempat, metode harus komunikatif.

“Jika ada empat kamera, teknisnya kita lihat kamera yang menyala. Jadi mata jangan nyelonong bisa-bisa tidak fokus,” ujarnya.

Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga menjelaskan, dai dalam membaca ayat dan hadits jangan sampai salah pelafalan. Perlu pula ditambah penguasaan hafalan aqwal ulama (pernyataan, pemikiran ulama) di kitab-kitab fikih.

“Jangan sampai salah dalam menyebut istilah sampai membuat marah mualif kepada narasumber akibat kutipan yang disampaikan salah,” katanya.

Sebelum diundang acara televisi, dai juga harus pintar bertanya kepada produser terkait menyampaikan materi apa, monolog atau talkshow, syuting di studio atau di luar studio, siaran duduk atau berdiri. Ia mengatakan mungkin saja ada narasumber yang tidak kuat berdiri bahkan tidak kuat terkena sinar matahari.

“Jika dipaksakan bisa kaget dan materi tidak sesuai dengan apa yang dipikirkan. Jadi bisa berantakan dan akhirnya materi yang sudah dihafal hilang,” jelasnya.

Dia menambahkan setelah dijelaskan terkait monolog atau talk show jika tidak ada audiens harus siap mental karena hanya berbicara sendiri di depan kamera perlu mental kuat. Jangan sampai dalam menyampaikan materi di tengah-tengah melamun. Hal itu dikhawatirkan bisa lost contact jika misalnya siaran talkshow. Hal yang harus diketahui juga adalah durasi berapa lama diberikan kesempatan menyampaikan materi.

“Harus diingat betul durasinya. Jadi ketepatan waktu atau timing saat siaran harus betul-betul menjadi perhatian. Jangan sampai kita menyiapkan materi sepuluh menit ternyata dikasih tahu produser hanya tiga menit. Nanti materi yang tujuh menit mau dikemanakan, bisa-bisa berantakan,” paparnya.

Menurutnya, setiap dai dalam penyampian materi harus lengkap seperti judul, tema, dan poin- poin pentingnya. Pola belajar dai bisa latihan di depan cermin dengan suara yang jelas, sehingga nanti suara betul-betul terdengar intonasinya. Ketepatan-ketepatan itu sangat penting diperhatikan terlebih jika dai mengisi siaran langsung.

Kiai Fuad menjelaskan ada perbedaan antara siaran langsung dan rekaman. Jika rekaman, saat ada kesalahan bisa diedit, tetapi kalau langsung kesalahan menjadi rawan. Terkait materi yang sudah disampaikan produser, harus dicari ayat atau haditsnya, juga aqwal ulama. Semua materi itu harus dihapalkan sehingga waktu kamera mulai dinyalakan, tidak ada pengulangan. (Ahn)

Spread the love

Comment here

Dakwah Nusantara

Dakwah Ramah, Dakwahnya Ahlusunnah wal Jama'ah an-Nahdliyyah