Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Kiai Zakky Mubarak: Dakwah Harus Singkat, Padat dan Menarik

Zakky Mubarok

Jakarta, Dakwah NU
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Zakky Mubarak mengungkapkan tiga strategi dakwah yang efektif, yakni singkat, padat, dan menarik.

Menurut Kiai Zakky, untuk mencapai komunikasi efektif dalam berdakwah, metode Qur’ani adalah konsep komunikasi yang harus diterapkan. Pertama, qaulan layyina (perkataan lembut).

Kedua, lanjut Kiai Zakky, qaulan karima. Perkataan mulia yang dituturkan kepada orang lain dengan kata-kata yang baik dan santun.

“Harus menggunakan kalimat-kalimat yang mulia, bukan yang menyakiti sesama, menimbulkan fitnah, atau menimbulkan permusuhan. Kita hindari semua,” ujar beliau.

Ketiga, qaulan sadidan (perkataan yang benar). pernyataan dan tidak mengandung kedustaan. “Jadi, kita perlu dalam berdakwah itu menggunakan kalimat-kalimat yang jujur, lurus, dan tidak boleh terlalu banyak improvisasi. Akhirnya kabur pemahamannya. Harus kalimat yang lurus dan jujur,” terang Kiai Zakky.

Keempat, qaulan balighan (perkataan yang meresap ke jiwa). Konsep ini menjadi penting bagi para pendakwah karena sesuatu yang disampaikan dari hati akan menembus ke hati.

“Saya merasakan sendiri, banyak dapat ‘qaulan baligha’ dari kiai-kiai saya. Dari dulu sampai sekarang, saya masih ingat. Bahkan, wajah kiainya juga masih ingat,” imbuhnya.

Kelima, qaulan ma’rufa (perkataan yang baik). Menurut Kiai Zaki, perkataan yang baik adalah kalimat yang patut dan tepat dalam pemilihan katanya. Selain itu, beliau juga mencontohkan bagaimana kalimat takbiran adalah kalimat yang luhur. Namun, apabila diucapkan bukan pada konteks waktu yang tepat, maka tiadalah patut yang diberikan.

Selain takbiran, ada tahmid, takbir, tahlil, dan taqdis, itu semua sangat luhur. Namun, semisal sore ini ada kumpulan 15 orang keliling takbiran padahal bukan hari lebaran atau hari Tasyrik, kira-kira bagaimana itu?

“Paling orang boleh tanya ‘Itu Pak Zakky mulai kapan?’ (terindikasi kurang waras),” tandasnya.

“Inilah yang mesti kita kembangkan dalam dakwah di kalangan menengah ke atas. Saya ulangi, singkat, padat, menarik. Ambil komunikasi yang efektif dan efisien dengan menggunakan metode Qur’ani,” pungkas Kiai Zaki.

Spread the love

Comment here