Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Daerah

Kiai Taufiq: Yang menolak konsep Islam Nusantara itulah Strawman Fallacy

Jakarta, Dakwah NU
Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta, K.H. Taufik Damas memberikan penjelasan gamblang mengenai Islam Nusantara. Melalui video yang diunggah akun Didit Saputra (17/2), beliau mengaku sering mendapat pertanyaan tentang konsep yang satu ini.

Islam Nusantara adalah Islam universal yang berlaku di seluruh dunia. “Yang jelas Islam Nusantara itu bukan mazhab baru, bukan aliran baru, tapi Islam yang sama dengan Islam yang ada di seluruh dunia ini,” tuturnya.

Seperti yang kaum Muslim yakini, rukun Islam berjumlah lima, rukun iman berjumah enam, akidah dan syariat juga sama. Yang demikian ini adalah .makna universal, bersifat menyeluruh dan berlaku bagi semua kaum Muslim.

Beliau mengatakan bahwa sejarah masuknya Islam ke Indonesia sedikit berbeda dengan bangsa lain. Para pembawa agama Islam di Indonesia menggunakan cara damai dan akulturasi budaya.

“Nah, inilah yang dipertahankan oleh Islam Nusantara hingga saat ini. Bahwa Islam yang kita anut adalah Islam yang ramah dengan budaya,” paparnya.

Nilai-nilai keagamaan berpadu dengan adat istiadat bangsa Indonesia sehingga melahirkan tradisi yang sarat akan nilai keislaman. Tradisi tahlilan, maulid Nabi Muhammad Saw, halal bi halal, dan lain sebagainya adalah wujud nyata akulturasi budaya.

Islam kita dengan yang lain tetap sama. Yang membedakan hanyalah akulturasi budaya. Pola pikir keagamaan yang ramah dan selaras dengan budaya Indonesia, serta tidak bertentangan dengan nilai syariat Islam itulah yang dipertahankan.

“Inilah yang kemudian menjadi ciri khas kaum muslimin di Nusantara ini,” tambahnya.

Kiai Taufik menganalogikan orang yang menolak konsep Islam Nusantara dengan strawman fallacy. Mereka adalah orang yang membuat teori sendiri yang berbeda dengan argumentasi yang sudah dijelaskan, kemudian menyerang dan mengkritik teori ciptaannya sendiri.

“Maka sekali lagi, Islam Nusantara itu bukan aliran bukan mazhab, tapi ciri khas kaum muslimin yang ada di indonesia ini,” tegasnya mengakhiri.

Kontributor: Alvina Maghfiroh
Editor: Faqih Ulwan

Spread the love

Comment here