Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Kiai Samsul Tegaskan Muktamar Lampung Harus Bermartabat dan Berkualitas

Jakarta, Dakwah NU
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH. Samsul Ma’arif menegaskan kepada seluruh ketua PWNU se-Indonesia agar mementingkan muktamar yang berkualitas dan bermartabat serta menghindari deklarasi kepada calon tertentu, demi menjaga kebersamaan di kalangan tokoh NU.

“Baru sepuluh hari, ada PWNU deklarasi. Saya ga mau seperti itu, yang penting muktamar yang akan datang harus berkualitas dan bermartabat. Muktamar harus bermartabat. Jangan sampai muktamar dikotori politik,” ujarnya Sabtu (23/10/21)

Menurutnya, Muktamar Lampung harus melahirkan program rekomendasi yang dibutuhkan masyarakat terutama dalam bidang pendidikan, penguatan ekonomi dan kesehatan. Serta bagaimana NU bisa jadi penengah, wasit negara-negara yang sedang konflik.

Kemudian, dalam acara Lailatul Ijtima Istighosah yang diadakan oleh seluruh pengurus NU se DKI Jakarta itu, Kiai Samsul juga menyampaikan harapan, agar pengurus LD PWNU betul-betul selalu berada di tengah masyarakat sebagai lentera dalam kegelapan.

“Sekarang ini masyarakat DKI sebagian hidup dalam kegelapan. Baik gelap imannya maupun ekonominya. Kalau para dai Insyaallah imannya terang, tapi ekonominya belum tentu. Kadang-kadang nasibnya dai ini karena terbiasa memberikan pesan kepada masyarakat mari kita sabar, giliran dalam kondisi pandemi dai bingung mau ngomong sabar apalagi,” jelasnya.

Berdasarkan hal tersebut, Kiai Samsul mengatakan ada tiga problem besar dalam dinamika dunia perdakwahan. Pertama terkait dengan dai itu sendiri, baik dari sisi kualitas maupun aspek spirit. Menurutnya, spirit dai itu harus ditanamkan, sebab spirit seorang pendakwah itu lebih penting dari dai itu sendiri.

Kedua, problem terkait dengan materi. Terutama pada khutabah di Jakarta ini. Kadangkala jadwalnya penuh setahun tapi materinya hanya lima biji. Jadi satu materi dibuat khutbah kemana-mana. Kadang-kadang lupa kalau khutbahnya itu hanya bergeser masjid ke kampung sebelah.

“Ini salah satu orblem para dai yaitu dalma bidang materi. Oleh karena itu saya merasa sangat senang ada pembekalan wawasan tentang materi khutbah. Materi khutbah itu banyak banget apalagi dakwah,” jelasnya.

Beliau menjelaskan, ilmu apa saja diklaim menjadi bagian ilmu dakwah. Padahal ilmu sudah mandiri menjadi sebuah ilmu, bahkan bukan hanya ilmu keislaman tapi ilmu yang lain. Contoh ada ilmu psikologi diklaim ilmu psikologi dakwah. Ilmu sosiologi juga. Belum ilmu-ilmu keagamaan. Ada fikih dakwah, hadits dakwah.

Ini, lanjut Kiai Samsul, adalah keuntungan besar bagi para dai untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat. “Ini yang kita harapkan. Jadi dai harus ngaji, saya berharap para khutabah yang jadwalnya penuh, sesekali dalam tiga bulan dikosongkan untuk evaluasi,” ujarnya.

Ketiga problem dari aspek metode, cara atau thoriqoh. Beliau menilai, dai NU masih kalah jauh dengan dai-dai lain, terutama terkait dengan medsos.

“Ini penting sekali, saya berharap para dai betul-betul mempersiapkan diri, memperbaiki metode dakwah,” jelasnya.

Di akhir, beliau berpesan satu hal yang tidak kalah pentingnya yaitu berdakwah itu mencari ridho Allah. Itu harus diniati yang baik. Termasuk aktif dalam LD PWNU harus diniati.
Niatnya harus betul-betul karena Allah. Adapun ada kenaikan, alhamdulilah. Sama saat kita mau khatib, diniati yang benar.

“Ditata niatnya yang baik. Saya punya keyakinan dalam waktu setengah tahun akan muncul dai-daiyah dari LD PWNU yang handal. Satu bulan ke depan harus ada pelatihan dai khutbah. Saya mengharapkan dalam waktu dua tiga bulan ke depan ada pelatihan dakwah, karena penting,” pungkasnya. (fbr)

Spread the love

Comment here