Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Kiai Samsul Ma’arif Terpilih Jadi Ketua PWNU DKI Jakarta 2021-2026

Jakarta, Dakwah NU
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memutuskan
KH Samsul Ma’arif terpilih sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta masa khidmat 2021-2026. Keputusan ini didasarkan pada rapat pengurus harian PBNU sebagai amanat dari Konferensi Wilayah (Konferwil) XX PWNU DKI Jakarta, pada 2-4 April 2021 lalu.

“Diputuskan KH Muhyidin Ishaq dan KH Samsul Ma’arif (sebagai Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta Terpilih),” kata Sekretaris Jenderal PBNU Gus Helmy Faishal Zaini dikutip NU Online, Kamis (8/4) malam.

Sebelumnya, Konferwil Ke-XX PWNU DKI Jakarta yang dilangsungkan di Hotel Sultan Jakarta Pusat, pada akhir pekan lalu, tidak membuahkan hasil. Sebab masing-masing Calon Ketua PWNU DKI, H Marullah dan Kiai Samsul sama-sama mendapatkan tiga suara dari total enam suara yang diambil dari PCNU se-DKI, selama dua kali putaran pemilihan.

“Tapi nanti H Marullah Matali masuk jadi Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta. Semua diakomodasi. Tidak ada pihak yang di luar, tetapi semua dimasukkan,” tutur Gus Helmy.

Keputusan dipilihnya Kiai Samsul merupakan amanat dari aturan yang termaktub di dalam Tata Tertib Pemilihan Rais Syuriyah dan Ketua PWNU DKI Jakarta, pada konferwil lalu. Dinyatakan, jika pemilihan kedapatan hasil seri selama dua kali putaran maka putusan akan diserahkan ke PBNU.

Wasekjen PBNU Gus Ulil Abshar Hadrawi yang turut memimpin sidang pemilihan pada Konferwil PWNU DKI Jakarta saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pemilihan ini masih bersifat informal. Formalitasnya menyusul dalam bentuk SK. “Formalnya belum,” kata H Ulil.

Arah Baru NU DKI Jakarta
Sebelumnya dikabarkan, Kiai Samsul menyampaikan rasa optimis atas kemajuan Nahdlatul Ulama di Jakarta, yang ditandai dengan banyaknya pihak yang memiliki keinginan bersama untuk membesarkan NU di ibukota.

“Hari ini saya merasa optimis. NU di Jakarta insyaallah sudah kelihatan, semakin ada tanda-tanda kemajuan. Di antaranya ditandai dengan banyak warga pengurus dari berbagai macam ormas keagamaan dari berbagai macam aliran politik semua sama-sama ingin membesarkan NU di Jakarta,” katanya saat membuka Konferwil PWNU DKI Jakarta, Jum’at (2/4) lalu.

Beliau mengajak masyarakat untuk mensyukuri pencapaian tersebut. Kiai Samsul berkeyakinan, jika kebersamaan terus dijaga, NU di Jakarta bisa sejajar dengan NU di Jawa Timur maupun di Jawa Tengah.

Dalam mewujudkan hal tersebut, lanjut Kiai Samsul, tentu harus dibarengi dengan keinginan yang kuat, yakni dengan melakukan sinergitas antara orang-orang yang sudah masuk dalam struktur kepengurusan, baik di tingkat wilayah, cabang, MWC, ranting dan anak ranting dengan anggota Nahdliyyin yang secara kultural menjadi benteng NU di DKI Jakarta.

“Oleh karena itu mari bersama-sama, bagi pengurus di semua tingkatan untuk sering-sering menyapa, kepada tokoh-tokoh yang menjadi benteng di tengah masyarakat, terutama para pengasuh pondok pesantren, para pengasuh majelis taklim, para pengasuh pengajian-pengajian. Itu harus kita rangkul bersama-sama membangun NU di Jakarta,” ajaknya.

Selanjutnya, untuk membangun sinergitas di dalam Nahdlatul Ulama, dibutuhkan kemandirian ekonomi. Diharapkan, kata Kiai Samsul, ke depannya semua pengurus di semua tingkatan tidak hanya mengandalkan para pemimpin yang menjadi pengurus NU, tetapi masing-masing anggota bisa mandiri secara ekonomi.

“Kalau itu kita lakukan, insyaAllah kegiatan-kegiatan NU tidak harus mengandalkan perorangan, lembaga, tetapi bismillah nawaitu kita ingin membesarkan berkhidmat di NU jakarta ini,” tegas Kiai Samsul.

Beliau meyakini, jika tulus untuk mengabdi dan mengembangkan NU di Jakarta, insyaallah Allah senantiasa memberikan pertolongan.

Pada lain kesempatan dalam program talk show Peci dan Kopi yang ditayangkan di laman Facebook TV NU, Kamis (18/3/21). Dalam acara yang dimoderatori oleh Ahmad Rozali, Kiai Samsul menjabarkan mengenai salah satu rencana ke depan untuk membangun pesantren rehabilitasi di DKI Jakarta.

“Saya memang punya cita-cita besar ya, misalnya membangun pesantren rehabilitasi. Kalau pesantren atau rumah sakit di Jawa sudah banyak. Di Jakarta itu nyari tanah sudah kesusahan. Nah, yang saya ingin lakukan di waktu dekat itu nyari tanah membuat pesantren rehabilitasi,” ungkapnya.

Pesantren rehabilitasi ini nantinya oleh Kiai Samsul akan digunakan sebagai salah satu lahan Dakwah NU dengan cara merehabilitasi konsumen narkoba. Sebab, menurutnya di Jakarta itu kenakalan remaja terutama yang sudah terkena narkoba itu luar biasa jumlahnya. Beliau yakin jika hal itu dilakukan, maka akan menjadi poin besar bagi organisasi NU di Jakarta. Paling tidak ada kelebihan-kelebihan yang bisa diunggulkan.

Profil Kiai Samsul
Kiai Samsul berasal dari Pekalongan yang mempunyai latar belakang pesantren dari Tebu Ireng, Jombang. Beliau mengenal NU sejak usia masih kecil, ibtidaiyah kelas 5. Kemudian, beliau melanjutkan kuliah di Universitas Islam Attahiriyah, Jakarta. Di sana beliau bergabung dengan kawan-kawan PMII.

Setelah itu, Kiai Samsul melanjutkan kuliah di S2 dan aktif di MWC diberi kepercayaan menjadi sekretaris Masjid Jami’ al-Makmur. Lalu tahun 1998 aktif di Wakil Sekretaris PCNU Jakarta Pusat dan sekarang Ketua PWNU, aktif di MUI dan dosen di Perguruan Tinggi.

Beliau juga aktif menulis, di antaranya karya-karyanya adalah Mutiara-Mutiara Dakwah Kiai Hasyim Asy’ari, Metode Dakwah dan Pengantar Ilmu Dakwah, dan Potret Dakwah NU. Hal ini menggambarkan betapa beliau fasih ketika berbicara Nahdlatul Ulama, sebab secara pengalaman sudah lama di NU, sudah dibuktikan dengan keaktifan sejak tahun 98 dan sejak di pondok pesantren Kiai Hasyim Asy’ari, di Tebu Ireng lalu kemudian menulis dakwah dan Nahdlatul Ulama. (fqh)

Spread the love

Comment here