Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Kiai Said : Yang Tidak Percaya Syafaat Rasulullah, Tidak Akan Mendapat Syafaatnya

Jakarta, Dakwah NU
Syafaat adalah pertolongan Rasulullah yang diberikan kepada umat yang percaya adanya syafaat dan mau beristighfar. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, MA dalam video ceramah yang diunggah kanal YouTube NU Online, Sabtu 23 Januari 2021.

“Jadi orang yang tidak percaya kepada syafaat Rasulullah, tidak akan mendapat syafaat, bahwa Rasulullah bisa memberi pertolongan pada kita, percaya tidak? Beliau sudah wafat, memberi pertolongan pada kita, percaya tidak? Kalau tidak percaya bukan NU, bukan ahlusunah wal jamaah,” tegasnya.

Jika ada orang yang dosanya besar, yang sering menyimpang, yang dzolim, walau orang banyak dosanya, datang kepada Muhammad, dan minta istighfar kepada Allah, meminta ampunan, Rasul pun ikut memintakan. “Ini kasihan ya Allah menghadap saya banyak dosa istighfar, ampunilah dosa mereka ini. Rasulullah merekomendasi, mendukung,” tuturnya.

Kalau ada orang datang dengan membawa dosa besar, istighfar di depan Nabi Muhammad, Nabi Muhammad pun mendukung, memintakan kepada Allah, pasti kamu akan menjumpai Allah. Ini artinya nabi Muhammad bisa memberi syafaat. Kamu datang ke Madinah, istighfar, Rasulullah mendukung. Rasulullah ikut memohonkan ampun, pasti Allah akan mengampuni. Menurut Kiai Said, hal ini sudah dijelaskan dalam potongan surah an-Nisa ayat 4, yang berbunyi:

 وَ لَوۡ اَنَّہُمۡ اِذۡ ظَّلَمُوۡۤا اَنۡفُسَہُمۡ جَآءُوۡکَ فَاسۡتَغۡفَرُوا اللّٰہَ وَ اسۡتَغۡفَرَ لَہُمُ الرَّسُوۡلُ لَوَجَدُوا اللّٰہَ تَوَّابًا رَّحِیۡمًا

Dan sungguh, sekiranya mereka setelah mendzalimi dirinya datang kepadamu (Muhammad), lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.

Kita harus yakin bahwa kita ini umat Nabi Muhammad, umatnya nabi yang terpilih, yang terutama, yang paling mulia, mukhtar. “Yang tidak percaya bahwa Rasulullah itu bisa memberi syafaat, memberi pertolongan kepada umat, silakan cari pesantren lain, jangan sini. Yang nggak percaya Rasulullah memberi syafaat, tidak akan mendapat syafaat,” jelasnya.

Kiai yang juga merupakan Pengasuh Pesantren Al-Tsaqafah Jakarta Selatan ini menyebutkan bahwa selama-lamanya akan tersebar berita, bahwa Nabi Muhammad itu orang baik, orang sempurna, orang mulia, selama-lamanya, sampai hari abadan (selamanya).

“Kita kalau sholat juga harus baca sholawat, nggak ada sholawatnya, nggak sah, harus ada allahumma sholli ala sayyidina Muhammad, Kalau wa ala ali-nya sunnah,” pesan beliau menutup. (fqh)

Kontributor: Fadhilla Berliannisa
Editor: Faqih Ulwan

Spread the love

Comment here