Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Kiai Misbah: Wahabi Anti Mazhab dan Fikih

Jakarta, Dakwah NU
Direktur Aswaja Center Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Misbahul Munir Kholil menjelaskan bahwa Wahabi adalah sebuah nama gerakan yang dinisbatkan kepada Syekh Muhammad bin Abdul Wahab yang lahir pada tahun 1111-1206 H.

Disebut gerakan Wahabi, karena nama ini yang diakui oleh kalangan ulama Wahabi sendiri. Misalnya bin Baz, mengakui bahwasannya ini adalah nama yang masyhur bahkan nama yang mulia dan agung.

Dalam masalah tauhid, pokok-pokok ajaran Wahabi menggunakan konsep rububiyyah, uluhiyyah dan asma wa shifat. Di mana dengan ketiga konsep tauhid ini, mereka mensyirikkan bahkan mengkafirkan orang yang bertawasul dan bertabarruk dengan orang-orang sholeh, baik itu Nabi maupun sahabat dan para wali.

“Wahabi ini juga ciri khasnya kalau ditanya di mana Allah, dia menjawab Allah ada di langit, atau Allah bersemayam di arsy. Ini adalah buah daripada tauhid yang mereka pahami yakni rububiyyah, uluhiyyah dan asma wa shifat,” jelas Kiai Misbah.

Bahkan kalau menentang terhadap konsep tauhid ini, akan dibilang musyrik dan kafir. Wahabi anti kepada mazhab dan fikih. Pendiri Wahabi mengatakan ilmu fikih itu ilmu syirik dan para ulama dianggap setan yang berupa manusia dan jin. Sehingga menurut mereka, ilmu fikih harus ditinggalkan.

Lebih tegas lagi, lanjut Kiai Misbah, Wahabi menganggap orang yang bermadzab fikih termasuk orang kafir. Wahabi mengkafirkan orang yang tidak sepaham dengan mereka bahkan menuduh orang Islam se-dunia ini tidak mengerti kata tauhid.

Pendiri Wahabi menganggap guru-gurunya tidak mengerti tauhid. Wahabi juga anti sufi, mereka menganggap orang-orang sufi adalah orang paling sesat melebihi Yahudi dan Nasrani. Dalam ajarannya, tema-tema yang diangkat adalah kekhawatiran tentang musyrik. Umat Islam dianggap musyrik di sana-sini.

“Ini berbeda dengan yang dikhawatirkan Nabi Muhammad,” tegasnya.

Nabi Muhammad mengatakan, “Aku tidak mengkhawatirkan kalian syirik sesudahku, aku hanya khawatir kalian terpesona dengan dunia. Hal ini berbeda dengan Wahabi, yang selalu mengkhawatirkan soal syirik.

“Ini Nabi Muhammad justru khawatir kelompok yang menuduh syirik terhadap tetangganya,” ujar Kiai Misbah.

Kemudian, setelah mereka (Wahabi) anti kepada ulama fikih, anti kepada sufi, anti kepada pengikut madzab, Wahabi juga anti maulid, anti haul. Kiai Misbah menerangkan, dalam kitab Wahabi disebutkan bahwa seluruh umat Islam kafir.

“Jadi seluruh umat Islam kafir katanya, ini di dalam kitab mereka disebut demikian, karena bertawasul, bertabarruk kepada ulama, orang-orang sholih,” ucapnya.

Hal ini tentu berbahaya, sebab mereka akan menjadi radikal, selangkah lagi akan menjadi teroris. Mereka akan menghancurkan bahkan mengebom berbagai macam situs yang berkaitan dengan ritual umat Islam.

Misalnya, sarana-sarana untuk bertawasul, bertabarruk, beristighosah akan dihancurkan, termasuk acara-acaranya akan dirusak bahkan akan dibom, dan ini sudah terjadi.

Tak hanya itu, orang Wahabi mengkafirkan sahabat nabi karena bertabarruk. Al Bani mengkafirkan Imam Bukhori dan Syekh Utsaimin melecehkan Imam Nawawi. Mereka menganggap beliau berdua bukan berpaham Aswaja.

Ini mengapa kemudian Ketua Umium Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Said Aqil Siroj mengatakan, Wahabi ini adalah ajaran radikal dan selangkah lagi akan menjadi teroris. Karena seseorang melakukan tindakan itu karena ada keinginan.

“Keinginan itu muncul karena ada pengetahuannya. Nah kalau ilmu yang masuk adalah konsep Wahabi maka yang terjadi adalah selangkah lagi mereka akan menjadi teroris. Karena kalau mereka sudah menganggap kafir musyrik yang halal darahnya, maka segala cara dianggap jihad bagi mereka, dan ini yang terjadi saat ini,” pungkas Kiai Misbah. (fqh)

Spread the love

Comment here