Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Amaliah NUAswaja NUHikmah

Kiai Misbah Berikan Ijazah Agar Rezeki Melimpah dan Disenangi Orang

Jakarta, Dakwah NU
Wakil Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Misbahul Munir atau yang akrab disapa Kiai Misbah memberikan suatu ijazah agar mendapat rejeki yang melimpah sekaligus disenangi oleh banyak orang. Ijazah tersebut disampaikan beliau pada video yang diunggah oleh Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD-PBNU)  (22/6/20) lalu.

Ijazah merupakan sebuah amalan yang diberikan mulai dari Nabi Muhammad kepada sahabat, sahabat kepada tabi’in, tabi’in kepada tabi’at tabi’in sampai kepada para ulama, kiai dan para guru kita semua. Ijazah memberikan kemanfaatan yang luar biasa ketika dilaksanakan dengan yakin dan sesuai petunjuk. Ijazah biasanya digunakan untuk mengatasi masalah masalah duniawi dan ukhrowi.

Ijazah merupakan suatu bentuk Ikhtiar bathin yang dapat digunakan sebagai sumber kekuatan. Menurut Kiai Misbah, salah satu ikhtiar tersebut adalah meminta kepada Allah dengan menyebut asmaNya, asmaul husna. Karakter yang terkandung dalam Asmaul Husna yang dibaca dapat mempengaruhi  jiwa.

Dahulu, ketika NU baru didirikan, NU mengijazahan membaca “Ya Jabbar”. Hal ini karena saat itu sedang menghadapi situasi genting agar masyarakat semangat dan kuat. Apabila ingin mendapat harta dan disenangi oleh banyak orang, maka Kiai Misbah mengijazahkan untuk membacal “Ya Hayyu Ya Qayyum” sebanyak 1000 kali. Amalan ini dibaca pada pagi dan sore hari. Amalan ini beliau dapatkan dari maqolah dalam Kitab Nashoihul Ibad yang biasa diajarkan di pesantren.

Menurut Kiai Misbah, sesuatu yang dibaca karakternya akan pindah ke dalam diri. Orang yang rajin membaca Al Quran maka karakter Al Quran akan berpindah ke dalam diri. Termasuk ketika membaca asma Allah. Amalan harus dilaksanakan secara mantap dan yakin. Karena kalau tidak yakin tidak aka nada gunanya. Kiai Misbah juga mengingatkan, selain membaca amalan tersebut tentunya harus dibarengi dengan terus bersedekah. (fqh)

Kontributor : Via Qurrotaaini
Editor : Faqih Ulwan

Spread the love

Comment here