Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Internasional

Kiai Manan Ingat Pesan 2 Tahun Lalu Saat Utusan Taliban ke PBNU, Berikut Paparannya

Jakarta, Dakwah NU
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Dakwah dan Takmir Masjid KH Abdul Manan Ghani mengingat kembali saat utusan Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar datang ke Indonesia pada dua tahun yang lalu dan sempat mengunjungi PBNU.

Ia bercerita, utusan Taliban tersebut telah berkomitmen untuk membuat pemerintah yang terbuka dengan negara lain. 

“Ketika Taliban berkunjung ke PBNU yang disampaikan itu sesungguhnya ingin peralihan pemerintahan perdamaian dengan penguasa Ashraf Ghani. Yang diinginkan setidaknya mereka ajukan ada tiga: Pertama bahwa stempel Taliban sebagai teroris harus dihilangkan, karena kami ini (Taliban) bukan teroris bukan ISIS bukan al-Qaeda,” kata Kiai Manan “Dampak Kemenangan Taliban Terhadap Indonesia”, Jumat (20/08/2021)

Kedua, Amerika Serikat (AS) harus pergi dari Afganistan, di mana Taliban ingin menentukan nya sendiri dan membangun pemerintahan bersama-sama dan Ketiga, menginginkan pemerintah Ashraf Ghani mengakomodir kepada Taliban sehingga terjadi perdamaian.

Dia menceritakan kedalaman hubungan NU dengan Afghanistan yakni pemberian beasiswa di Perguruan Tinggi NU di Semarang bahkan di berbagai wilayah Afghanistan. Kurang lebih 20 provinsi telah berdiri organisasi NU yang mengadopsi pemikiran NU dalam segi berbangsa dan negara.

“Sehingga NU punya peran di kalangan ulama Afghanistan. Saat mereka berkunjung ke NU kita berikan pemikiran-pemikiran NU dan kita juga bacakan Pancasila. Lalu malah berdiri NU di berbagai provinsi termasuk di Kabul, artinya mereka sudah mengadopsi nilai-nilai pemikiran kita dalam berbangsa dan bernegara bahwa nasionalisme keagaman bisa disatukan,” katanya.

Jika dilihat pada sisi lain, lanjutnya, justru Taliban belajar kepada Indonesia bagaimana menyatukan negara yang beratus suku dan bahasa. Walaupun dari segi bahasa, agama berbeda-beda namun Indonesia tetap satu.

“Sementara Afganistan, hanya satu dataran dan 8 suku tapi belum bisa menyatukan. Sesungguhnya mereka belajar ke kita dan tali kemenangan terinspirasi oleh kita. Kita sudah lebih maju dalam membangun kebhinekaan dan kebangsan kita justru mereka belajar dari kita termasuk Pancasila,” tuturnya.  (red)

Spread the love

Comment here