Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Kiai Fathonah Wafat, Ketua LD PBNU Sampaikan Belasungkawa

Jakarta, Dakwah NU
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, telah kembali ke pangkuan Allah SWT, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Timur, K.H. Fathonah, M.Pd.I pada Sabtu (23/1/2021) pukul 19.20 di Rumah Sakit Bhayangkara (RS Polri), Jakarta Timur. Dikabarkan, Kiai Fathonah sempat dirawat satu pekan usai terkena Covid-19.

Mengetahui kabar tersebut, Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD-PBNU), K.H. Agus Salim HS turut berbela sungkawa atas kepergian almarhum.

Di mata Kiai Agus, almarhum Kiai Fathonah dikenal baik dan gigih mengabdi kepada umat, “Saya kenal dengan almarhum dan dalam beberapa kesempatan saya sering satu acara dengan beliau. Pernah sama-sama sebagai pengisi acara,” tutur Abi sapaan akrabnya.

Abi menyampaikan bahwa almarhum sering membantu pelaksanaan kegiatan NU, baik di PWNU DKI Jakarta atau PBNU. “Orang-orang Nahdliyin DKI Jakarta, khususnya warga NU di Jakarta Timur banyak tahu kiprah dan pengabdiannya di NU,” sambung Abi.

Menurut Abi, almarhum Kiai Fathonah sangat menghormati orang alim dan ulama-ulama NU sekalipun usianya lebih muda dari beliau. Semasa masih hidup, beliau istiqomah mengabdi untuk NU.

“Semoga khidmah almarhum kepada umat melalui pengabdiannya di NU menjadi sebab mendapatkan maghfiroh dan rahmat dari Allah dan semoga kelak dikumpulkan bersama para masyayikh pendiri NU. Aamiin,” doa Abi untuk Kiai Fathonah.

Lebih lanjut, berita atas wafatnya Kiai Fathonah juga dikabarkan oleh salah seorang keponakan dan juga kadernya, Abdullah Faqihuddin Ulwan.

“Sekarang ini almarhum masih di RS Polri. InsyaAllah nanti jam setengah 8-an dibawa ke rumahnya di kampung Pedaengan, Penggilingan. Kemudian langsung dibawa ke Kober Limo Penggilingan, Jaktim untuk disalatkan dan dikuburkan,” tuturnya.

Dilansir dari www.nu.or.id, awalnya almarhum dirawat seminggu lalu sejak tanggal 16 Januari di RS Sukapura, kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara.
Meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak, almarhum Kiai kelahiran Jakarta itu aktif sebagai pejuang NU Betawi. Beliau juga sering membantu meramaikan kegiatan istighotsah LD-PBNU

Menurut keterangan pemuda yang akrab disapa Faqih itu, almarhum adalah tokoh ulama Betawi yang sejak muda mengabdi kepada NU dengan bergabung di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

“Beliau ahli kitab kuning dan pengurus yayasan di Alwathoniyah 10,” tambahnya.

Selain sebagai Ketua PCNU Jaktim, almarhum juga menjadi pengajar aktif di Yayasan Alwathoniyah 10 Jakarta Timur.

Faqih mengaku sangat kehilangan sosok almarhum yang telah berjasa mengenalkan NU padanya, “Beliau yang nganterin saya kenal NU dan khidmat di NU,” tuturnya.

Menurut Faqih, almarhum adalah sosok yang dekat dengan anak muda. Pembawaannya yang kalem namun tegas membuat anak muda takzim kepadanya.

“Semoga almarhum dikumpulkan bersama para masyayikh NU. Aamiin,” doanya mengakhiri. (fqh)

Kontributor: Alvina Maghfiroh
Editor: Faqih Ulwan

Spread the love

Comment here