Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Hikmah

Kiai Ama Jelaskan Ciri-ciri Orang yang Riya’ Menurut Imam Al Ghazali

Muiz ali

Jakarta, Dakwah NU
Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Kiai Abdul Muiz Ali (AMA) menjelaskan ciri-ciri orang riya’ menurut Imam Al Ghazali dalam video yang ditayangkan kanal YouTube Salaam Indonesia, Rabu (7/4/21).

Menurut imam Al Ghazali, ciri-ciri orang riya’ yaitu jika bekerja sendirian dia malas, tapi kalau sedang disanjung di depan orang dia giat, senang kalau disanjung. Tapi kalau dicemooh sama temannya dia marah.

“Itu ciri-ciri orang yang riya’,” jelas Kiai Ama.

Lebih lanjut, beliau menerangkan makna dari kata riya’ itu sendiri. Dalam istilah agama, riya’ adalah mempertontonkan amal, menampakkan kebaikan di depan manusia, di depan teman, atau di media sosial.

“Riya itu adalah memamerkan, mempertontonkan amal kebaikan. Ketika sedang santunan, atau sedang bersedekah dia Selfie, itu dalam amal dalam agama disebut amal yang riya’, amal dipertontonkan” tambahnya.

Allah SWT dalam Q.S. al-Maun ayat 1, menyebut kata riya’ itu, aro-aital ladzii yukaddzibu biddiin. Apakah kalian tahu yang dimaksud orang mendustakan agama? Allah SWT berfirman lagi, “alladziina hum yuroo-uun, antara lain orang-orang yang mendustakan agama adalah pamer dengan amal kebaikan.”

Padahal semestinya ketika kita melakukan kebaikan tiada lain adalah lillahi ta’ala. Orang yang melakukan kebaikan dengan riya’, pamer maka secara tidak langsung sudah menduakan Allah SWT.

Beliau berpesan jika amal kebaikan harus dilakukan oleh mukhkisina fiddin atau orang-orang yang ikhlas dalam agama. Tidak boleh untuk yang lainnya, hanya untuk Allah SWT.

Kalau orang mempertontonkan dengan tujuan pamer ingin disanjung, pengen disebut orang yang dermawan, berarti dia alladziina hum yuroo-uun, tergolong orang-orang yang riya’.

“Mudah-mudahan kita diselamatkan dari sifat yang namanya riya’, pamer dalam kebaikan,” doa beliau. (fqh)

adminpbnuku
Spread the love

Comment here