Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Khutbah

Khutbah Jum’at : Urgensi Ilmu Agama untuk Menanggulangi Ekstrimisme

URGENSI ILMU AGAMA UNTUK MENAGGULANGI EKSTRIMISME

الحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِينْ, لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ اْلفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ اْلحَسَن، وَصَلَوَاتُ اللهِ اْلبَرِّ الرَّحِيْمِ، وَاْلمَلاَئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْن، عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى سَائِرِ اْلأَنْبِيَاءِ وَاْلمُرْسَلِيْن، وَأَهْلِ بَيْتِهِ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْن، وَسَلاَمُ اللهِ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْن.
أمَّا بَعْدُ، عِبَادَ اللهِ! أَيُّهَا اْلأَحِبَةُ اْلمُؤْمِنُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ بِخيرِما يُوْصِي به أخَاه المؤمنَ تَقْوَى اللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْم.فتقوى اللهِ خيرُ لِبَاسٍ وتقوَى اللهِ سَفِيْنَةُ النَّجَاةِ وتقْوى اللهِ هِيَ مَا يَنْفَعُ يَوْمَ الْعَرْضِ عَلَى الله، يَوْمَ تَدْنُو الشَّمْسُ مِنْ رُؤُوْسِ العِبادِ فِي ذلِك اْلمَوْقِفِ الرَّهِيْبِ اْلمُهِيْب، فاتَّقُوا اللهَ قبْل الفوَاتِ والمَمَات، قَالَ اللهُ تَعَالى : (يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوا اتَّقُوااللهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قّدَّمَتْ لِغَد، وَاتَّقُوااللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِّمَا تَعْمَلُوْن).

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Marilah kita memperkuat keimanan kita dengan taqwa, senantiasa berusaha menjalankan perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan-larangan Allah di manapun dan kapanpun kita berada.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Pada saat ini semakin banyak (kita saksikan) pemahaman-pemahaman yang menyimpang dari akidah Islam; akidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Di antara pemahaman tersebut terkadang merupakan pemahaman yang tidak logis (tidak masuk akal) dan disampaikan oleh orang yang tidak berpendidikan. Namun sungguh sangat aneh ajaran-ajaran menyimpang tersebut juga banyak diikuti oleh umat Islam.

Kita saksikan sekarang ada aliran yang mengajarkan tasybih (menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya), padahal kita tahu bahwa salah satu sifat Allah adalah mukhalafatu lil hawaditsi (berbeda dengan makhluk) berdasarkan firman Allah:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ (الشورى 11)

Berdasarkan ayat ini Ahlussunnah Wal Jama’ah menegaskan bahwa Allah itu bukan benda dan tidak boleh disifati dengan sifat benda seperti berubah, berada pada tempat, arah, memiliki ukuran, memiliki anggota badan dan lainnya.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Pada saat ini muncul juga aliran yang mengajarkan paham qodariyah, mereka meyakini bahwa manusia itu menciptakan perbuatannya sendiri, bukan Allah yang menciptakannya. Mereka mengatakan bahwa manusia bisa menentukan taqdirnya sendiri, mereka mengatakan bahwa hidayah dan kesesatan manusia sendiri yang menentukan, tidak terkait dengan qadla dan qodarnya Allah ta’ala.

Pemahaman seperti ini tentu saja bertentangan dengan keyakinan mayoritas umat Islam bahwa Allah adalah pencipta segala sesuatu, bahwa tidak ada sesuatupun yang terjadi di alam semesta ini kecuali terjadi dengan ciptaan, kehendak dan ketentuan/taqdir Allah. Allah ta’ala berfirman:

وخلق كل شيء فقدره تقديرا

Maknanya: “Dan Allah telah menciptakan segala sesuatu dan benar-benar telah mentaqdirkannya”

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Pada saat ini muncul juga aliran yang suka mencela dan membid’ah-bid’ahkan amaliyah umat Islam yang selama ini telah dijalankan mayoritas umat Islam. Mereka mengatakan tahlil itu bid’ah sesat, yasinan itu bid’ah sesat, dibaan itu bid’ah sesat, manaqiban itu bid’ah sesat, pujian itu bid’ah sesat, peringatan maulid nabi itu bid’ah sesat.

Kemunculan mereka meresahkan umat Islam, kemunculan memperkeruh dan merusak kerukunan dan kedamaian umat Islam yang selama ini telah terjamin. Padahal Rasulullah sendiri telah membagi bid’ah menjadi dua, bid’ah yang bertentangan dengan al-Qur’an dan hadits maka itu adalah bid’ah dlalalah/sayyi’ah. Sedangkan bid’ah yang sesuai dan sejalan dengan al-Qur’an dan hadits maka itu adalah bid’ah hasanah/bid’ah yang baik.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Pada saat ini juga muncul aliran-aliran yang gemar mengkafirkan umat Islam. Setiap orang yang tidak bergabung dengan kelompoknya mereka anggap kafir yang halal harta dan darahnya. Mereka menyatakan bahwa setiap orang yang tidak berhukum dengan hukum Islam maka dia kafir, karenanya menurut mereka hari ini umat Islam telah murtad seluruhnya, kecuali mereka yang mau bergabung dengan mereka. Karena menurut mereka pada saat ini tidak ada satu negarapun yang menerapkan hukum Islam secara penuh.

Ajaran semacam ini adalah manifestasi dari ajaran khawarij masa lalu. Dengan keyakinan ekstrimnya ini mereka menebarkan teror di tengah-tengah umat Islam, bahkan melakukan aksi-aksi pembunuhan terhadap siapa saja orang yang telah mereka anggap telah kafir.

Ajaran seperti ini jelas bertentangan dengan ajaran mayoritas umat Islam, Ahlussunnah wal jama’ah. Karena kita tidak mengkafirkan umat Islam dengan sebab dosa yang mereka lakukan. Sebagaimana ditegaskan oleh al Imam at Thahawi radliyallahu ‘anhu:

نَحْنُ لاَ نُكَفِّرُ أَهْلَ اْلقِبْلَةِ بِذَنْبٍ مَالَمْ يَسْتَحِلَّهُ

“Kami tidak mengkafirkan ahli kiblat (umat Islam) dengan sebab dosa yang telah dilakukan selama dia tidak menghalalkannya”.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Tumbuh suburnya aliran-aliran menyimpang di suatu daerah dipastikan akan mengusik ketenangan umat Islam, memicu permusuhan dan pertikaian antar umat Islam. Keadaan seperti inilah yang telah terjadi di negara-negara timur tengah seperti Irak, Suria, Yaman dan lainnya. Bahkan perbedaan aliran di sana ditunggangi oleh negara-negara yang tidak bertanggung jawab, sehingga menimbulkan perang saudara yang tidak berkesudahan. Bukan kebaikan yang mereka dapatkan, tetapi kehancuran dan kerugian yang mereka hasilkan.

Karena itu, tidak ada jalan lain bagi kita; umat Islam kecuali saling bantu membantu dan saling bahu membahu dalam menolak dan mengantisipasi munculnya aliran-aliran ekstrim di daerah kita tercinta ini. Tentu saja tidak dengan cara-cara kekerasan dan tindakan-tindakan brutal serta membabi buta. Namun dengan cara-cara hikmah (bijaksana) dan nasehat yang baik (mauidzah hasanah).

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Faktor penyebab utama tumbuh suburnya aliran-aliran yang menyimpang adalah kebodohan terhadap ilmu agama. Pada umumnya orang-orang yang terpengaruh oleh aliran-aliran menyimpang adalah mereka yang tidak memiliki landasan ilmu agama yang kuat, atau dengan kata lain mereka yang bodoh terhadap ilmu-ilmu agama baik akidah, ibadah maupun akhlaknya.

Karena itu aliran-aliran menyimpang akan sangat subur di tengah-tengah masyarakat yang ilmu agama tidak hidup di sana, majlis-majlis ilmu sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali, di sisi lain tidak ada pada ulama, para kyai dan para ustadz yang selalu membimbing dan melindungi mereka.

Sebaliknya daerah-daerah yang ilmu agama hidup di sana, majlis-majlis ilmu ramai dengan umat Islam, para ulama dan kyai senantiasa mengajar, mendidik umat serta mengingatkan mereka dari bahaya aliran-aliran yang ekstrim, maka daerah itu akan menjadi lahan tandus bagi aliran-aliran ekstrim.

Para ulama mengatakan ilmu agama adalah nur (cahaya), jika cahaya di suatu tempat kuat maka kegelaan akan hilang, sebaliknya jika cahayanya redup maka kegelapan akan datang dan menyebar. Jika ilmu agama kuat di suatu daerah maka kegelapan aliran-aliran ekstrim akan tertolak, sebaliknya jika ilmu agama lemah maka seluruh aliran menyimpang akan kuat dan menyebar.

إِذَا قَوِيَ النُّوْرُ خَفَّ الظَّلاَمُ

“Apabila cahaya itu kuat maka kegelapan pasti melemah”

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Mengingat urgensi dan pentingnya ilmu agama inilah maka Islam mewajibkan kepada setiap muslim untuk belajar ilmu agama yang pokok. Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:

طَلَبُ اْلعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِم

Maknanya: “Belajar ilmu agama yang pokok itu wajib bagi setiap muslim”

إِنَّ أَحْسَنَ اْلكَلاَمِ كَلاَمُ اللهِ اْلمَلِكِ اْلعَلاَّمِ .وَاللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَقُوْلُ وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِىْ اْلمُهْتَدُوْنَ وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ , اَعُوذُ بِاللهِ من الشيطَان الَرجيم يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
بَاَرَك اللهُ لي ولَكُمْ فىِ اْلْقُرْأَنِ اْلْعَظِيْمِ ونَفَعِني وإِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَالذِّكْرِ اْلحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وِلَكُمْ وِلِجَمِيْعِ اْلمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوُ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

LDNU Kediri

Spread the love

Comment here

Dakwah Nusantara

Dakwah Ramah, Dakwahnya Ahlusunnah wal Jama'ah an-Nahdliyyah