Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Khutbah

Khutbah Jum’at: Bahaya Miras Merusak Kehidupan Umat

Ade Muzaini

Jakarta, Dakwah NU
Khutbah Pertama

الحمد لله الذى أبدع خلق الإنسان, وأنطقه بالشفتين واللسان, وجمّله بالعقل والبيان, فغدا الناس بعقولهم يتدبرون, وبأمور مصالحهم يتبصّرون. نحمده تعالى أن جعل العقل مناط الوعي والتفكير, وحرّم علينا أن نعطّله بالتخدير.

 أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له, ربٌّ لا يُجار عليه, وليس لنا ملجأ إلا إليه. وأشهد أن محمدا عبده و رسوله, نوّر العقول بالشريعة, وجعلها لأمر الله مطيعة. صلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلّم تسليما كثيرا.

 قال الله تعالى في القرآن الكريم:
يأيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته, ولا تموتنَّ إلا وأنتم مسلمون.

 صدق الله العظيم.

 أوصيكم وإياي نفسي بتقوى الله, فقد فاز المتقون.

أما بعد  . . .

Ma’âsyiral muslimîn rahimakumullâh
Simaklah baik-baik informasi berikut …

Pertama. Akibat mabuk miras, seorang ayah di Ambon, inisial VL, membunuh anak kandungnya yang berusia 3 tahun, (tribunsumsel.com: Selasa 28 Januari 2020)

Kedua. Di Kota Bitung. Akibat mabuk miras, seorang ibu (inisial RT) dan anak kandungnya (inisial TP)  bersetubuh (tribunnews.com: Selasa, 1 Juli 2020)

Ketiga. Akibat mabuk miras, seorang ayah di Majalengka, inisial WS, perkosa puteri kandungnya sendiri (detik.com: Jum’at, 5 Februari 2021)

Jama’ah sekalian. Jika anda ingin membaca berita-berita lain yang tidak kalah keji, bengis dan menjijikan seperti di atas, searching-lah. Itu fakta. Banyak, dan sering terjadi. Sebabnya: MIRAS…!!!

Jama’ah yang mulia.
As-Syeikh Muhammad Ali as-Shâbûniy dalam kitab Tafsîr Âyâtil Ahkâm-nya, mengatakan bahwa sesuatu yang yang termahal dan paling berharga yang ada di dalam diri manusia adalah akalnya. Maka, jika seorang manusia telah hilang akalnya, tiada lagi perbedaan antara dirinya dan hewan.

Salah satu cara agar akal kita tetap sehat adalah dengan senantiasa menjaganya dari hal-hal yang dapat merusak fungsi positifnya. Maka, dari sinilah kita mengerti mengapa Allah secara keras mengharamkan khamr atau minuman keras/beralkohol, dan segala hal yang memabukkan dan mendisfungsi akal sehat manusia, seperti narkoba.

Dalam dalam surah Al-Maidah ayat 90-91:

يأيها الذين آمنوا  إنما الخمرُ و الميسر و الأنصاب و الأزلام رجس من عمل الشيطان, فاجتنبوه لعلكم تفلحون. إنما يريد الشيطان  أن يُوقِعَ بينكم العداوة و البغضاء فى الخمر و الميسر, و يصدُّكم عن ذكر الله و عن الصلوة, فهل أنتم منتهون.

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamr, berjudi, mempersembahkan sesajian untuk berhala dan mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah, perbuatan-perbutan itu agar kalian beruntung. Dengan minuman keras dan berjudi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian, dan menghalang-halangi kalian dari mengingat Allah dan dari melaksanakan shalat. Maka tidakkah kalian berhenti.

Lebih tegas lagi, Nabi Muhammad Saw. bersabda,” Khamr dilaknat (oleh Allah Swt) dalam sepuluh sisinya; zat atau barangnya, (para) pekerja produksinya, (para) pemilik produksinya, penjualnya, pembelinya, pensuplainya, agennya, semua yang mendapat keuntungan darinya, peminumnya, dan yang menuangkannya.” (HR. Ibnu Majah, Abu Daud, At-Tirmidzi dan An-Nasa`i)

Penyebutan jumlah sepuluh hanyalah untuk contoh (lil mitsâl), bukan restriksi (lil hashr). Artinya, segala hal yang berhubungan dengan produksi, distribusi dan konsumsi khamr dan zat yang memabukkan lainnya, walau lebih dari sepuluh sisi, tetaplah tertimpa laknat Allah Swt. Termasuk di dalamnya adalah para investornya dan para pembuat aturan yang melegalkannya.

Hadirin yang mulia.
Hanya dengan akal yang sehatlah manusia tetap memiliki rasa malu, dan rasa malulah yang menjadi benteng utama guna menghindari diri dari perbuatan keji dan munkar. Namun, bila rasa malu telah hilang, yang salah satunya disebabkan karena mabuk, manusiapun telah hilang kemanusiaannya. Akhirnya, perbuatan senista dan sekeji apapun dapat ia lakukan. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Saw,” Jika engkau telah kehilangan rasa malu, maka berbuatlah sesukamu.” (HR. Bukhari)

Hilangnya akal, yang salah satunya disebabkan karena mabuk, adalah pintu gerbang semua kejahatan. Abu Dardâ’ berkata bahwa Rasulullah berwasiat,” Janganlah meminum khamr, karena ia adalah kunci dari semua kejahatan.” (HR. Ibnu Majah)

Bahkan lebih tajam lagi, Rasulullah Saw. bersabda,”Tidaklah seorang itu meminum khamr, ketika ia meminumnya, padahal ia dalam keadaan beriman.” (HR. Bukhari & Muslim).

Ma’âsyiral muslimîn rahimakumullâh 
Wahai para orang tua, jaga dan jauhkanlah keluarga kita dari jangkauan miras (juga narkoba). Wahai para guru dan ulama, terus tegaskan sikap penolakan kita terhadap miras.. Wahai para pemimpin dan pemangku kebijakan, jangan pernah membuat aturan atau kebijakan apapun yang memuat legalisasi miras, apapun bentuknya. Ingat…legalisasi miras jelas bertentangan dengan spirit keagamaan yang termuat dalam sila pertama Pancasila, bertentangan dengan keadaban manusia yang termuat dalam sila kedua Pancasila, dan seterusnya. Jangan khianati agama! Jangan khianati Pancasila!

Semoga, diri kita, keluarga kita, lingkungan kita, dan bangsa kita dapat terhindar dari laknat Allah SWT., âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn.

بارك الله لى و لكم فى القرآن الكريم, و نفعنى و إياكم بما فيه من الأيات و الذكر الحكيم, و تقبّل منى و منكم تلاوته, إنه هو السميع العليم. أقول قولي هذا, و أستغفر الله لي و لكم و لسائر المسلمين من كل ذنب, فاستغفروا الله, إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua

 الحمد لله الملك العلاّم, الذى أحلّ الحلال و حرّم الحرام, و حذّرنا منِ ارْتكاب الآثام. نحمده تعالى و إنا لنعمائه شاكرون, و له عابدون.
منِ تّبِع دينه فقد اهْتدى, و من خالفه فقد عصى و اعْتدى.

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له, و أشهد أن محمدا عبده و رسوله, لا نبيّ بعده.

صلّى الله سيدنا محمد و على آله و أصحابه و سلّم عليهم تسليما كثيرا إلى يوم القيامة.

أيّها الناس, إتقوا الله حقّ تقواه, وراقبوه مراقبة من يعلم أنّه يراه.

قال الله تعالى في محكم تنزيله:
يأيها الذين آمنوا اتقوا الله وابتغوا إليه الوسيلة وجاهدوا في سبيله لعلكم تفلحون.

 أللهم صل و سلم و بارك على سيدنا محمد و على آل سيدنا محمد, كما صلّيت و سلّمت و باركت على سيدنا إبراهيم و على آل سيدنا إبراهيم, فى العالمين إنك حميد مجيد.

أللهم اغفر للمسلمين و المسلمات, و المؤمنين و المؤمنات, ألأحياءِ منهم و الأموات, إنك سميع قريب مجيب الدعوات, يا قاضي الحاجات. أللهم إنا نسألك الهدى والتقى والعفاف والغنى, ونعوذ بك من سخطك والنار. أللهم آمِنَّا في أوطاننا, واصلح أئمتنا وولاة أمورنا, واجعل اللهم ولايتنا فيمن خافك واتقاك واتبع رضاك يا أرحم الراحمين.

ربنا ءاتنا من لدنك رحمة و هيّئ لنا من أمرنا رشدا ربنا آتنا في الدنيا حسنة, و في الآخرة حسنة و قنا عذاب النار.

عباد الله, إن الله يأمر بالعدل و الإحسان, و إيتاء ذي القربى و ينهى عن الفخشاء و المنكر و البغي, يعظكم لعلكم تذكّرون. فاذكروا الله العظيم يذكركم, و اشكروه على نعمه يزدكم, و اسئلوه من فضله يعطكم, و لذكر الله أكبر, و الله  يعلم ما تصنعون. أقمِ الصلاة.

Khotib:KH. Ade Muzaini Aziz, Lc., MA.
Pengurus Lembaga Dakwah PBNU, Wakil Katib Syuriah PWNU Jakarta, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Kota Tangerang. Pengasuh Perguruan Al Mu’in Poris Tangerang Banten. Materi khutbah ini disampaikan pada sidang jum’at di Istana Wakil Presiden pada hari Jum’at tanggal, 11 November 2021. Materi Khutbah Jum’at: Taati Prokes Tentukan Kesyahidan, dapat di download disini

Abdus Saleh Radai
Spread the love

Comment here