Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Khutbah

Khutbah Idul Adha: Berkurban Bentuk Taqarrub kepada Allah SWT

Khutbah 1

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا(8x) االلهُ أَكْبَرُ

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، (8x) لا إله إلا الله، الله أكبر الله أكبر

أَحْمَدُ اللهَ وَأَشْكُرُهُ عَلَى إِدْرَاكِ ذِي الْحِجَّةِ وَيَوْمِ عَرَفَةَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَه إِلَّا اللهُ أَحْمَدُ اللهَ وَأَشْكُرُهُ عَلَى إِدْرَاكِ ذِي الْحِجَّةِ وَيَوْمِ عَرَفَةَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَه إِلَّا اللهُ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ ِتَابِهِ الكَرِيْمِ : أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ َلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Kata Qurban dalam bahasa arab berasal dari akar kata Qaraba, Yaqrabu, Qurbaanan yang artinya mendekatkan diri kepada Allah SWT, berarti orang yang berkurban berusaha untuk Taqqarub kepada Allah SWT dan juga Taqarrub kepada manusia, karena ibadah kurban mengandung makna hablun minallah dan hablun minnaas.

Hablun minallah berarti apapun yang kita korbankan harus didasari dengan ikhlas hanya berharap ridha dari Allah swt.

لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.

Sedangkan hablun minannas berarti kita harus peduli dan berbuat baik  dengan sesama makhluk Allah SWT.

إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ…

Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri.”Ibadah kurban mengajarkan agar kita senantiasa memperhatikan nasib orang kecil. Orang kaya harus mengasihi orang yang lebih lemah.

Hewan kurban yang disembelih kemudian dibagikan kepada kaum dhuafa’, mengajarkan agar orang-orang yang diberi keluasan rizqi oleh Allah tidak lupa diri. Hendaknya senantiasa membagi kegembiraannya dengan orang-orang lemah disekitarnya.

Dikisahkan bahwa Mush’ab ibnu Sa’d ibnu Abi Waqqash menceritakan bahwa ayahnya, Sa’d radhiallahu anhu merasa punya kelebihan/keutamaan dibandingkan dengan para sahabat yang lain. Nabi shallallahu alaihi wa sallam lalu mengingatkan,

هَلْ تُنْصَرُوْنَ وَتُرْزَقُوْنَ إِلاَّ بِضُعَفَائِكُمْ

Tidakkah kalian ditolong terhadap musuh-musuh kalian, dan tidakkah kalian diberi rezeki melainkan karena orang-orang lemah kalian?” (HR. al-Bukhari).

Kesuksesan jabatan, keberhasilan bisnis, dan kemapanan pangkat yang kita peroleh tidak lain ada jasa dari orang-orang lemah.

Maka janganlah pangkat, jabatan, kekayaan menjadikan kita angkuh, arogan dan sombong lalu lalai dengan kaum lemah.

Terutama kondisi wabah Covid-19 saat ini, banyak orang lemah semakin susah dan banyak orang miskin bertambah, maka kita harus lebih peduli dan kepedulian kita tidak akan merusak kondisi kita atau membuat kita susah. 

Nabi shallallahu alaihi wa sallam berkata kepada Bilal radhiallahu anhu,

أَنْفِقْ يَا بِلَالُ، وَلاَ تَخْشَ مِنْ ذِيْ العَرْشِ إِقْلاَلاً

Berinfaklah wahai Bilal! Jangan engkau khawatir menjadi fakir dan tidak memiliki apa-apa dari Dzat Pemilik Arsy.” (Syu’abul Iman).

Bahkan harta yang kita kurbankan pasti akan diganti oleh Allah dengan yang lebih baik. Sebagaimana Nabi Ibrahim dengan ikhlas mengorbankan putranya, lalu Allah SWT menggantinya dengan binatang yang sangat bagus.

Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan pertolongan kepada kita agar kita menjadi bagian dari orang yang menggerakkan kebaikan kepada sesama makhluk Allah SWT.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَ لَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ .أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَ لَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. إِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ

Khutbah 2

vاللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ(3×) اللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا
 وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ.

vاَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أمَّا بَعْدُ:  فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ.

vقَالَ اللهُ تَعَالَى: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

vوَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ.

vوَقَالَ تَعاَلَى: اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِه وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

vاللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ الاَحْيَآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ.

vاللّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوِ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا  وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ لَنَا زِيَادَةً فِيْ كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ لَنَا رَاحَةً مِنْ كُلِّ شَرٍّ يَا مُجِيْبَ السّآئِلِيْنَ

vاللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَسُوْءَ اْلفِتنَ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Oleh:
Dr. KH. Moch. Bukhori Muslim, Lc. MA
Sekretaris LD PBNU

Spread the love

Comment here