Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Khutbah di Mako Paspampres, Khalid Basalamah Beraliran Salafi Hijazi, Tidak Cocok dengan NU

Jakarta, Dakwah NU
Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengundang Khalid Basalamah untuk menjadi khotib Shalat Jumat di Markas komando (Mako) Paspampres, Jakarta Pusat pada 25 Juni 2021 lalu.

Dari akun Channel Youtube resmi milik Khalid Basalamah Official disebutkan tema khotbah Jumat yakni “Akibat Makanan Haram”. Dalam rekaman berdurasi sekitar 30 menit itu, Khalid Basalamah menjelaskan dengan gamblang persoalan halal dan haram.

Khalid Basalamah ini termasuk ustadz Salafi-Hijazi: prinsipnya adalah melakukan purifikasi Islam yang membid’ahkan amalan tahlilan, maulid Nabi, dan khazanah Islam yang ada di Nusantara yang lainnya. Mereka tidak cocok dengan NU.

Dari penelusuan redaksi Dakwah NU, setiap ceramah yang disampaikan Khalid Basalamah itu selalu menimbulkan kebencian, menjelek-jelekkan pihak tertentu dan provokatif. Bahkan, Khalid sendiri juga selalu mendapatkan penolakan dari berbagai pihak di setiap daerah di Indonesia ketika ia hendak mengisi acara pengajian.

Sekadar diketahui, Khalid Basalamah dalam sebuah pengajiannya yang dishare di YouTube tidak membolehkan membaca surah Yaasin yang ditentukan pada tiap malam Jumat. Menurutnya, hal semacam itu tidak diajarkan Nabi Muhammad SAW. Sebuah ibadah harus ada dalilnya. Ia juga menyebutkan dalam shalat itu tidak mesti menggunakan lafal “ushalli”.

Selain itu, kata “sayyidna” tidak semestinya disematkan kepada Nabi Muhammad SAW karena tidak ada dalilnya. Padahal semua itu telah menjadi kebiasaan di kalangan Muslim Indonesia.

Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo, Jawa Timur H. Rizza Ali Faizin mengatakan, pengajian Khalid Basalamah cenderung berisi mengkafirkan orang tanpa klairifikasi, sangat disesalkan. 

“Yang kami sayangkan adalah penyampaian dan materinya itu cenderung mendiskreditkan aliran tertentu. Di NU dan Ansor itu selalu terbiasa klarifikasi atau tabayun. Sedangkan Khalid Basalamah itu menyatakan ini kafir, haram dan lain sebagainya. Bahkan untuk pemanggilan Sayyidina untuk Nabi Muhammad juga tidak diperbolehkan olehnya,” kata Rizza dikutip NU Online. (red)

adminpbnuku
Spread the love

Comment here