Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

HikmahNasional

KH. Ma’ruf Amin : Khilafah Tertolak di Indonesia, NKRI Harga Mati!

“Indonesia Negeriku, Engkau Panji Martabatku, Siapa Datang Mengancammu kan Binasa di bawah dulimu”

Jakarta, LD-PBNU
Mustasyar PBNU, KH. Ma’ruf Amin sebelum terpilih dan dilantik sebagai wakil presiden RI sempat memberikan tausiyah dan penguatan nasionalis kepada umat Islam melalui kanal youtube nu channel pada 29 Januari 2019. Kiai Ma’ruf tegas mengatakan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama menjaga kehormatan NKRI dari paham paham radikal.

Nahdlatul Ulama didirikan untuk mengantisipasi berkembangnya paham Wahabi dikala itu di Saudi Arabia. Dan Ulama mengutus suatu komite yang dinamakan komite Hijaz agar peninggalan Rasulullah dan sahabat di Saudi Arabia tidak dihancurkan oleh pemerintah yang berpaham wahabi. Ketika kembali maka komite Hijaz ini berubah dan dibentuk yaitu Jam’iyah Nahdlatul Ulama untuk mengantisipasi adanya gerakan-gerakan tersebut masuk ke Indonesia.

Wahabi & HTI ini merupakan gerakan yang dikarenakan tidak puas karena pada gerakan Nahdlatul Ulama kurang ekstrim sebagaimana seperti kelompok FPI. Mereka memecahkan diri karena Nahdlatul Ulama kurang keras. Padahal Nahdlatul Ulama bijak dan santun dalam berjuang.

Organisasi yang berpengaruh di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama. Tantangan nya harus mengenalkan kepada masyarakat. Negara harus dijaga bukan hanya berjuang untuk merebut kemerdekaan, akan tetapi menjaga dan mengamankan kembalinya penjajah dengan resolusi jihad untuk menangkal kembali penjajahan dan kemudian ini ditetapkan sebagai Hari Santri dari mulai fatwa HadratusSyeikh ini merupakan upaya Nahdlatul Ulama untuk menangkal kembali penjajahan.

Sekarang bukan tidak ada ancaman akan tetapi ada gerakan separatisme yang ingin memisahkan diri baik itu radikalisme maupun untuk mengubah negara.

Bagi Nahdlatul Ulama, NKRI adalah harga mati, sudah selesai karena hasil kesepakatan. Oleh karena itu negara ini yaitu negara kesepakatan melalui Pancasila sebagai titik temu UUD 1945 sebagai kesepakatan Ittifaqot Wathoniyah yaitu kesepakatan saudara nasional, Ittifaqot Akhowiyah kesepakatan sesama saudara sebangsa dan negara. Maka Indonesia adalah negara kesepakatan. Beberapa yang lain menyebutnya Darus Suluh dan ada Darus Ahdi Wasyahadat. Kiyai Ma’ruf suka menyebutnya Darul Misaq. Karena ituh harus menjaga dari upaya-upaya yang melanggar yang mukhalafatul mishaq.

Ketika ditanya apakah khilafah itu islami ? ya itu islami. Karena ada khilafah Abbasiyah dan juga khilafah Utsmaniyah. Yang islami bukan hanya khilafah akan tetapi kerajaan juga islami.

Kenapa khilafah ditolak di Indonesia ? Kiai Ma’ruf menyebutnya bukan ditolak akan tetapi tertolak. Karena mukhalafatul mishaq menyalahi kesepakatan. Kesepakatan kita republik, makanya NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) kalau khilafah tidak ada NKRInya akan tetapi NKHI. NKRI itu adalah harga mati. Tidak boleh diubah. Hal-hal ini tidak perlu diperdebatkan seperti perang Baratayudha. Padahal diletakkan secara proporsional kenapa itu tertolak karena memang mukhalafatul misaq karena menyalahi kesepakatan. Kerajaan juga tidak bisa. Mukhalafatul Mishaq adalah republik.

Radikalisme dan intoleran ini berkembang, bahkan tidak hanya pada dakwah akan tetapi sudah memasuki gerakan politik bahkan memasuki gerakan politisasi, menggunakan instrumen-instrumen politik untuk memenangkan gerakan Radikal dan intoleran di Indonesia ini. Ini sangat bahaya karena harus dihadapi dan Nahdlatul Ulama harus muncul di garda terdepan.(Fqh)

Spread the love

Comment here

Dakwah Nusantara

Dakwah Ramah, Dakwahnya Ahlusunnah wal Jama'ah an-Nahdliyyah