Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Ketum PBNU Dorong Serikat Nelayan NU Perkuat Ketahanan Pangan Rakyat

Jakarta, Dakwah NU
Ketua Umum PBNU , KH Said Aqil Siroj sampaikan tausiyah sekaligus membuka Silaturahmi Nasional Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (Silatnas). Tausiah tersebut disampaikan pada (10/8) diadakan secara daring yang disiarkan langsung di laman youtube NU Channel.

Silaturahmi Nasional Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (Silatnas) dihadiri oleh Sekjen PBNU Dr. Helmy Faishal Zaini, Mentri Perhubungan RI IR. Budi Karya Sumadi, Ketua Dewan Pembina PP SNNU H. Umarsyah HS, Mayjen TNI (Purn) Buyung Lalana, KH Marsudi Syuhud, Kepala Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran Ibu Gigih, dan segenap pengurus NU lainnya.

Laut bangsa Indonesia yang diberi karunia oleh Allah SWT sangat kaya akan kandungannya. Hal itu menjadikan negara-negara besar ingin masuk untuk menguasai lautan Indonesia yang kaya ini.

“Sebenarnya Allah telah memberikan, melimpahkan rezeki kepada bangsa Indonesia ini kalau dikelola dengan benar dan ada pemerataan maka tidak ada orang miskin di Indonesia. 260 juta warga Indonesia pasti akan sejahtera kalau bisa diatur dengan baik dan ada kesungguhan dalam pemerataan,” jelasnya pada acara Silatnas yang disiarkan langsung oleh NU Channel, Senin (10/8).

Buya, panggilan akrabnya ini juga ungkapkan pendapatnya mengenai peran pemerintah yang belum serius membudidayakan hasil lautnya, terutama lobster. Maka dari itu pemerintah terpaksa menjual benihnya, bukan lobsternya.

“Bayangkan yang namanya lobster benihnya kita sangat banyak sekali, hanya sampai sekarang pemerintah belum serius membudidayakan lobster, maka terpaksa menjual benihnya, mengekspor benihnya. Pendapat saya boleh itu dilakukan tapi sifatnya sementara, tidak boleh terus menerus mengekspor benih targetnya harus mengekspor lobsternya,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Witjaksono selaku ketua Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama sempat menjelaskan Kementerian Perhubungan telah memberikan ruang untuk bekerja sama mengenai sisi keselamatan nelayan dari Sabang sampai Merauke.

“Ini satu hal yang sudah pasti. Sudah ada komitmen dari salah satu kementrian (Kementrian Perhubungan) untuk kerja sama dengan kita sehingga kita memberikan efek yang baik bagi warga dan masyarakat,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Umum PBNU menjelaskan penanganan kurang mendalam dari pemerintah mengenai ekspor dan impor jalur transportasi laut masih mahal. Terlihat ketika mendatangkan beras dari Merauke ke Jakarta biayanya lebih mahal daripada kita impor dari Vietnam. Padahal, NKRI yang terdiri dari 18 ribu pulau seharusnya bisa memanfaatkan jalur laut sebagai jalur transportasi yang murah meriah.

“Ini harus kita pikirkan kalau betul kita ingin punya niat pro rakyat, harus memikirkan ketahanan pangan, Al-Qur’an telah mendorong kita agar kita memanfaatkan kekayaan laut yang luar biasa lebih kaya kandungannya dari pada di darat. Kita harapkan pemerintah ada kesungguhan dalam melaksanakan amanat pembangunan ini harus berangkat dari niat berpihak kepada rakyat kecil” jelasnya.

Sebagai penutup, KH Said Aqil Siroj berikan ucapan selamat kepada lembaga Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama dan menyodorkan kesiapan PBNU untuk membantu jika ingin bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Selamat kepada lembaga Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama, semoga dibawah pimpinan saudara Witjaksono dan sekertaris saudara Asep bisa menjalankan amanat dengan baik. Kira-kira muktamar yang akan datang ada progres laporan kerja, harus kita lakukan. Kalau perlu pendekatan kepada kementerian kelautan saya siap membantu mengawal dengan pak Edy Prabowo yang orang nya sangat terbuka. Insyaalah kalau ada agenda ingin bertemu dengan menteri kelautan saya siap menjembatani,” pungkasnya. (Ahn)

Pewarta : Jorgy Yusuf

Spread the love

Comment here