Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Daerah

Ketua PWNU DKI Kecam Webinar PKS Usai Catut Logo NU Tanpa Izin

Jakarta, Dakwah NU
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, KH Syamsul Ma’arif memprotes keras Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tanpa izin mencatut logo NU di flyer webinar yang diselenggarakan Bidang Pembangunan Umat PKS. Pasalnya flyer tersebut sudah tersebar di berbagai grup media sosial.

Menanggapi tindakan tersebut, menurutnya cara seperti itu bertentangan dengan etika dakwah dan etika berorganisasi. Beliau mengecam keras dengan model dakwah tidak santun tersebut.

“Kami mengecam keras tindakan PKS yang mencatumkan logo NU di webinar PKS,” tegas Kiai Syamsul yang juga merupakan Pengurus Lembaga Dakwah PBNU kepada media, Jakarta, Senin (12/10).

“Kami masih menghargai kepada siapapun yang mau membahas peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam berkiprah kepada masyarakat, termasuk dalam membangun peradaban bangsa, dan itu adalah hak semua orang, tapi ketika membawa lambang NU dalam flyer tanpa izin, ini adalah adalah perbuatan unmoral dalam berorganisasi,” tegas tokoh muda NU ini.

Diketahui, dalam flyer webinar PKS terdapat logo NU dipojok kiri atas disandingkan dengan logo PKS. rencananya, Webinar akan digelar pada 18 Oktober 2020 yang mengangkat tema “Peran NU dalam membangun peradaban bangsa” dan yang menjadi narasumber adalah para pengurus MUI DKI.

Awalnya, kata Kiai Syamsul pihaknya masih berprasangka baik kepada PKS  yang menyelenggarakan kegiatan dzikir dan tahlil serta ngaji kitab Irsyadussari karya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asyari. “Tapi kok kisini semakin ngak karuan,” ujarnya.

Kiai Syamsul juga menyayangkan kepada MUI DKI yang sebenarnya tidak pantas bekerja sama dengan PKS walapun hanya dalam hal pengajian. Alasanya karena tidak pantas organisasi sosial keagamaan diseret seret ke ranah politik, jelas ini merupakan pemanfaatan untuk kepentingan golongan.

“Karena dalam pengajian itu, membawa kesan bahwa MUI DKI mudah dimainkan oleh partai Politik atau MUI DKI yang diseret seret ke jalur politik. Apa untungnya MUI kerja sama dengan partai?,” kecam ketua PWNU DKI.

Dengan tegas Kiai Syamsul Ma’arif memperingatkan kepada PKS, apabila sudah diperingatkan masih saja dilakukan, artinya tetap mencatumkan logo NU tanpa izin. Maka pihaknya akan bertindak yang lebih tegas lagi.

“Bahkan jika macam-macam dengan NU, maka kita akan bawa ke meja hijau,” tandasnya.

Sementara itu pihak PKS belum berhasil dikonfirmasi terkait pencantuman logo NU. Ali Ahmadi, Ketua BPU DPP PKS tidak bisa dihubungi, bahkan WA juga tidak aktif hingga berita ini diturunkan. (Ahn)

Spread the love

Comments (1)

  1. Naudzu billahi mindzalik…
    Orang Pinter yg gk bener..
    Begitulah orang² yg dlm proses pendidikan Agamanya tidak mengedepankan adab dan sopan santun,sehingga segala sesuatu melakukan dengan mengedepankan analognya sehingga etika dan adab di kesampingkan,hanya karena Agama di jadikan topeng hanya sebatas untuk mencari masa hingga lupa peradaban.
    Bukankah memakai baju orang lain tanpa izin yg empunya itu bisa di katakan maling,pencuri bahkan bajingan,terus bagaimana dengan PKS ????….layak kah jika sya bilang PKS bajingan?

Comment here

Dakwah Nusantara

Dakwah Ramah, Dakwahnya Ahlusunnah wal Jama'ah an-Nahdliyyah